Harga Bahan Pangan

Harga Telur Cetak Rekor Tertinggi, Bukan Berarti Peternak Dapat Untung Besar

Kenaikan harga telur ternyata tidak berarti mendatangan keuntungan besar bagi peternak karena harga pakan ayam juga naik tinggi

Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
Tribun Tangerang/Rendy Rutama
Harga telur di Pasar Klender mencapai Rp 32.000 per kilogram, Rabu (24/8/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, BANDUNG BARAT -- Kenaikan harga telur ternyata tidak berarti mendatangan keuntungan besar bagi peternak. Hal ini diungkap Agus Sopian (60), pemilik peternakan ayam petelur di Kampung Sukamanah, RT 03/01, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Agus menjelaskan, kenaikan harga telur tak membuat peternak meraih untung besar karena harga pakan ayam cukup mahal.

Untuk saat ini, harga telur ayam di tingkat peternak ini sudah menyentuh 29.000 per kilogram, sedangkan di pasar tradisional KBB mencapai Rp 32.000 per kilogram.

Agus Sopian mengatakan, tingginya harga telur ayam tersebut memang selaras dengan harga pakan, sehingga kondisi ini tidak membuat peternak mendapat untung besar.

"Awalnya harga pakan ayam Rp 4.000 per kilogram atau sekitar Rp 310.000 per karung. Sekarang naik Rp 7.800 per kilogram atau sekarung Rp 390.000" ujar Agus saat ditemui di peternakannya, Jumat (26/7/2022).

Dalam satu hari, Agus membutuhkan 50 kilogram pakan untuk 400 ekor ayam.

Dari ratusan ekor ayam tersebut, telur yang dihasilkan hanya sekitar 15 kilogram setiap harinya, sehingga kondisi tersebut tidak bisa menutupi pengeluaran untuk membeli pakan.

"Dari 400 ekor, hanya sekitar 80 persen yang aktif bertelur setiap harinya. Hasilnya sekitar 15 kilogram dalam sehari, paling dijual di sekitar sini," kata Agus.

Agus sempat memilih untuk tidak menaikan harga jual, tetapi kondisi ini menyebabkan dia terus merugi hingga terpaksa harus menjual sekitar 200 ekor ayamnya agar biaya operasional tidak membengkak.

"Akhirnya saya jual 200 ekor supaya pengeluarannya tidak terlalu besar, dan sepakat buat naikin harga. Kalau enggak seperti itu pasti saya nombok terus," ucapnya.

Ia mengatakan, kenaikan harga telur ayam itu sudah terjadi secara bertahap sejak Mei 2022. Kenaikan harga telur ayam tersebut berdasarkan kesepakatan bersama dengan peternak di daerah lain.

"Sekarang naik di Rp 28.000 sampai 29.000 saya mengikuti daerah lain. Harga pakan memang terus naik sejak Lebaran," ujar Agus.

Dengan kondisi ini, Agus berharap pemerintah segera mencarikan solusi terkait masalah pakan yang mahal karena jika terus dibiarkan, ia memprediksi harganya akan terus mengalami kenaikan.

Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Indonesia (PPRN) Alvino Antonio menyatakan, kenaikan harga telur ayam saat ini merupakan kenaikan tertinggi dalam sejarah.

Dia menyebutkan, harga telur ayam di tingkat pasar saja tembus Rp 30.000 per kilogram (kg). Bahkan, ada pedagang yang menjual telur ayam Rp 31.000 per kg. "Ini paling tinggi (harga telur) dalam sejarah. Tembus Rp 30.000-an di pasar," ujarnya dikutip dari Kompas.com, Senin (22/8/2022).

Alvino menuturkan, kenaikan harga ini terjadi sejak dua pekan yang lalu. Menurut dia, kenaikan harga telur di pasar didorong oleh adanya kenaikan harga telur di tingkat peternak.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved