Tangerang Raya

Korban Binomo Indra Kenz Mengaku Diteror Buzzer dan Dihipnotis hingga Rugi Rp 696 Juta

Korban penipuan trading binary option aplikasi Binomo mengaku diteror oleh buzzer dan dihipnotis oleh terdakwa Indra Kenz alias Indra Kesuma.

Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro
Terdakwa kasus penipuan investasi aplikasi Binomo, Indra Kenz alias Indra Kesuma, mengikuti sidang secara online di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (29/8/2022). Sidang hari ini menghadirkan empat saksi korban aplikasi Binomo yang telah mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. 

Hendra mengaku mengalami depresi diri hingga tujuh bulan lamanya lantaran menerima teror dan ancaman.

"Enggak bisa makan, enggak minum, enggak kuat ngapa-ngapain, karena ancaman teror buzzer Indra Kenz itu" kata Hendra Gunawan.

Empat saksi korban hadir dalam sidang kasus investasi bodong aplikasi Binomo atas terdakwa Indra Kenz alias Indra Kesuma di Pengadilan Negeri Tangerang, Kota Tangerang, Senin (29/8/2022).
Empat saksi korban hadir dalam sidang kasus investasi bodong aplikasi Binomo atas terdakwa Indra Kenz alias Indra Kesuma di Pengadilan Negeri Tangerang, Kota Tangerang, Senin (29/8/2022). (Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro)

Empat saksi korban

Saat sidang pemeriksaan saksi kasus penipuan trading binary option aplikasi Binomo, di Pengadilan Negeri Tangerang,  dipimpin Ketua Majelis Hakim Rahman Rajagukguk, Senin (29/8/2022).

Dalam sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan (Kejari Tangsel) menghadirkan 4 saksi yang menjadi korban investasi bodong Indra Kenz.

Saksi korban yang dihadirkan  JPU  yakni Hendra Gunawan, Edwin Kurniawan, Reynaldi, dan Romi Situmorang

Sebelum sidang dimulai, seluruh saksi korban investasi bodong tersebut lebih dahulu disumpah atas kesaksiannya.

"Saudara saksi telah disumpah atas kesaksian yang akan disampaikan dalam persidangan ini adalah yang benar-benar saudara ketahui dan alami," kata Rahman Rajagukguk saat awal sidang.

"Jika saudara menyampaikan keterangan palsu, saudara bisa ditetapkan sebagai terdakwa dengan ancaman 7 tahun pidana penjara," ujarnya lagi.

Setelah bersumpah, mereka dipersilakan untuk duduk di depan meja persidangan.

Sementara terdakwa Indra Kenz menghadiri sidang secara virtual dari Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang Selatan. 

 JPU menanyakan kepada setiap saksi tentang kronologi awal mengikuti trading binary option melalui aplikasi Binomo dan besaran nominal kerugian.

Para saksi korban menyampaikan jumlah kerugian nominal atas keikutsertaannya dalam investasi bodong tersebut mulai dari Rp 656 juta hingga Rp 1,5 miliar.

Mereka tertarik mengikuti investasi tersebut lantaran telah menonton video Indra Kenz melalui sosial media YouTube yang memamerkan kesuksesannya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved