Tangerang Raya

Korban Binomo Indra Kenz Mengaku Diteror Buzzer dan Dihipnotis hingga Rugi Rp 696 Juta

Korban penipuan trading binary option aplikasi Binomo mengaku diteror oleh buzzer dan dihipnotis oleh terdakwa Indra Kenz alias Indra Kesuma.

Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro
Terdakwa kasus penipuan investasi aplikasi Binomo, Indra Kenz alias Indra Kesuma, mengikuti sidang secara online di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (29/8/2022). Sidang hari ini menghadirkan empat saksi korban aplikasi Binomo yang telah mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. 

"Saya mengikuti Indra Kenz melakukan trading di aplikasi Binomo itu karena ingin sukses, karena dia suka melakukan flexing (memamerkan kekayaan) dan mengatakan kalau dia sukses di masa muda," kata saksi Hendra Gunawan.

Saksi Reynaldi menuturkan, alasannya terjerumus aktivitas trading, lantaran tergiur mendapat uang saat pandemi Covid-19.

Iming-iming pendapatan besar dan sukses saat pandemi Covid-19 membuat korban-korban akhirnya tertarik mengikuti trading tersebut.

"Indra Kenz bilang kalau trading ini adalah solusi keuangan di masa pandemi, karena saya lihat dalam videonya dia itu sukses."

"Ditambah memang saat pandemi Covid-19 keadaan keuangan sulit dan enggak boleh ke mana-mana, makanya saya ikut trading ini," kata Reynaldi.

Meskipun telah mengalami kerugian, para saksi korban tetap 'bermain' trading aplikasi Binomo.

Alasannya, mereka telah menonton dan memelajari video terdakwa Indea Kenz melalui YouYube."Saya tetap mengikuti trading ini karena dalam video di youtube, Indra Kenz selalu meyakinkan kami agar dapat bersabar untuk bisa meraih keuntungan," katanya lagi.

Sidang dilanjutkan dengan pertanyaan dari kuasa hukum terdakwa Indra Kenz, berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pihak kepolisian.

Setelah itu, terdakwa Indra Kenz dipersilakan memberi tanggapan terkait sidang secara keseluruhan.

"Sudah cukup Yang Mulia, saya sudah mengikuti dan mendengar permasalahan yang disampaikan teman-teman korban," kata Indra Kenz.

Sidang akan dilanjutkan kembali Kamis (1/9/2022) mendatang, agenda pemeriksaan saksi korban yang dihadirkan JPU.

"Sidang ditutup dan dilanjutkan kembali hari Kamis mendatang dengan pemeriksaan enam orang saksi korban yang dihadirkan JPU," kata Rahman Rajagukguk.

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved