Kriminal

Santri Ponpes di Cipondoh Tewas Dikeroyok, Pelaku Ngaku Benturkan Kepala Korban ke Tembok

Belasan pelaku yang membenturkan kepala korban ke bagian dinding kamar asrama.

Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sendro
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho saat memberikan keterangan pers terkait kematian seorang santri Pondok Pesantren Darul Qur'an Lantuburo, Cipondoh, Kota Tangerang,  akibat dikeroyok rekan sesama santri, Senin (29/8/2022).  

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -  Polres Metro Tangerang Kota memastikan RAP (13), santri Pondok Pesantren Darul Quran Lantuburo, Cipondoh, Kota Tangerang,  tewas akibat dikeroyok oleh 12 orang rekan sesama santri.

Hal tersebut dipastikan usai hasil autopsi jenazah korban yang  dikeluarkan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, hasil autopsi menunjukan adanya kekerasan di tubuh korban pengeroyokan tersebut.

 

 

"Berdasarkan hasil autopsi bahwa terjadi kekerasan beda tumpul di bagian kepala, wajah, dada dan beberapa di bahu santri berinisial RAP itu," ujar Kombes Pol Zain Dwi Nugroho kepada awak media, Senin (29/8/2022).

"Kekerasan pada bagian tubuh korban itu diakibatkan karena adanya pemukulan dengan tangan dan tendangan dari kaki para pelaku," sambungnya.

Kemudian Zain mengungkapkan, para pelaku juga melakukan kekerasan pada bagian kepala korban.

Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh belasan pelaku yang membenturkan kepala korban ke bagian dinding kamar asrama.

"Kemudian dari keterangan anak-anak (pelaku), mereka itu juga membenturkan kepalanya (korban) ke dinding kamar (asrama)," kata dia.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved