Tangerang Raya

4 Terdakwa Kebakaran Lapas Klas I Tangerang Minta Dibebaskan dari Tuntutan 2 Tahun Penjara

Empat terdakwa kasus kebakaran Lapas Kelas I Tangerang minta dibebaskan dari tuntutan hukuman yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro
Sidang Pembacaan Pledoi, 4 Terdakwa Kebakaran Lapas Klas I Tangerang, di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (30/8/2022). Pengacara hukum terdakwa memohon majelis hakim untuk membebaskan kliennya karena kebakaran Lapas Tangerang terjadi bukan karena kelalaian melainkan musibah. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Empat terdakwa kasus kebakaran Lapas Kelas I Tangerang minta dibebaskan dari tuntutan hukuman yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Permintaan itu dikemukakan kuasa hukum para terdakwa kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Herman Simarmata, dalam sidang pembacaan pledoi di Ruang 1 Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

"Seperti yang sudah saya bacakan semua keterangan saksi-saksi, termasuk saksi ahli dalam fakta persidangan, jadi wajar kami sebagai kuasa hukum meminta terdakwa dibebaskan," ujar Herman Simarmata kepada awak media seusai sidang, Selasa (30/8/2022).

Herman mengatakan, permohonannya pembebasan terhadap kliennya  itu diajukan kepada Ketua Majelis Hakim Aji Suryo karena kebakaran itu terjadi karena musibah yang terjadi 9 September 2021.

Dia memastikan, terdakwa tidak ada unsur kelalaian atau kesengajaan atas peristiwa kebakaran yang menyebabkan 49 orang narapidana tewas.

"Peristiwa kebakaran di Lapas Kelas I itu kan terjadi memang karena sistem kelistrikan yang menyebabkan hubungan arus pendek dan bisa terjadi di mana saja," tuturnya.

"Jadi, bukan karena adanya unsur kesengaajan atau pun unsur kelalaian dalam penyebab terjadinya kebakaran," ujarnya.

Baca juga: Majelis Hakim Tegur Kuasa Hukum Gara-gara Berkas Terdakwa Kasus Lapas Kebakaran Belum Kelar

Baca juga: 4 Terdakwa Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang Dituntut 2 Tahun Penjara

Kuasa hukum 4 terdakwa kebakaran Lapas Klas I Tangerang, Herman Simarmata, memohon kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang  untuk membebaskan kliennya dari tuntutan jaksa penuntut umum, Selasa (30/8/2022).
Kuasa hukum 4 terdakwa kebakaran Lapas Klas I Tangerang, Herman Simarmata, memohon kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang untuk membebaskan kliennya dari tuntutan jaksa penuntut umum, Selasa (30/8/2022). (Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro)

Lantas, Herman pun memohon kepada Ketua Majelis Hakim Aji Suryo untuk mengabulkan kebebasan para terdakwa dan lepas dari tuntutan hukuman.

Menurutnya, JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang tidak memiliki alasan dalam pemberian tuntutan hukuman kepada para terdakwa.

"Kami sebagai tim kuasa hukum, meminta agar para terdakwa dibebaskan, karena tuntutan dakwaan dari JPU tidaklah benar," kata Herman Simarmata.

Diberitakan sebelumnya, empat terdakwa kasus kebakaran yang melanda Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang dituntut hukuman 2 tahun penjara.

Tuntutan terhadap empat mantan pegawai lapas tersebut disampaikan langsung oleh JPU Kejari Kota Tangerang, Adib Fahri Dili .

"Menjatuhkan terhadap masing-masing terdakwa 2 tahun pidana," kata Adib Fahri Dili.

Terdakwa Suparto, Rusmanto, dan Yoda sendiri didakwa dengan Pasal 359 KUHP, yang berbunyi 'Barangsiapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati.

Mereka diancam pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana kurungan paling lama 1 tahun'.
 
Selain itu, Pasal 188 KUHP, dengan bunyi 'Barang siapa karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun.

Atau pidana kurungan paling lama 1 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 4.500, jika karena perbuatan itu timbul bahaya umum bagi barang.

Jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi nyawa orang lain, atau jika karena perbuatan itu mengakibatkan orang mati' dikenakan kepada salah seorang terdakwa yakni Panahatan Butar-butar. 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved