edukasi

FKG UI Sasar Masyarakat di Kepulauan Seribu untuk Cegah Stunting dan Kelainan Rongga Mulut

Kegiatan pengabdian masyarakat dari Departemen Ilmu Penyakit Mulut FKG UI 2022 di Kepulauan Seribu

Penulis: | Editor: Lilis Setyaningsih
istimewa
Kegiatan pengabdian masyarakat dari Departemen Ilmu Penyakit Mulut FKG UI Tahun 2022 mengangkat tema “Edukasi Pencegahan Dan Tatalaksana Kelainan Rongga Mulut Dan Stunting” 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Penyelesaian masalah stunting menjadi hal utama yang diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu demi mendukung target Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat di tahun 2024.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu sendiri telah melakukan langkah nyata untuk mengatasi penurunan masalah stunting seperti dibentuknya tim perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi kegiatan penurunan stunting terintegrasi.

Jumlah kasus stunting berdasarkan data prevalensi stunting di Kepulauan Seribu yaitu 10,17 persen pada tahun 2019.

Kesehatan mulut anak-anak adalah konsep yang kompleks dan melibatkan berbagai faktor, seperti genetik, biologis, perilaku, sosial, dan lingkungan.

Menjaga kesehatan rongga mulut anak adalah salah satu langkah penting yang harus diambil orangtua dalam menjaga kesehatan dan pertumbuhan anak secara komprehensif.

Menurut WHO, sekitar 90 persen penduduk pernah mengalami penyakit gigi, yang sebagian besar sebenarnya dapat dicegah.

Sebanyak 78 persen anak-anak di dunia, yaitu sekitar 573 juta anak, menderita penyakit gigi yang tidak dirawat. Penyakit gigi selain menimbulkan rasa tidak nyaman juga mempengaruhi produktivitas serta kualitas hidup.

Baca juga: Cegah Stunting, Ikatan Istri Dokter Indonesia Sambangi Rumah Singgah Sahabat Gizi

Baca juga: Pentingnya Peran Keluarga dan Komunitas dalam Mencegah Stunting

Ketua Departemen Ilmu Penyakit Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) Dr drg Febrina Rahmayanti mengatakan, kegiatan pengabdian masyarakat dari Departemen Ilmu Penyakit Mulut FKG UI Tahun 2022 mengangkat tema “Edukasi Pencegahan Dan Tatalaksana Kelainan Rongga Mulut Dan Stunting” dengan tujuan:
1. Memahami mengenai kurang gizi kronis pada balita.
2. Memahami dampak stunting terhadap tumbuh kembang anak.
3. Memahami pencegahan terjadinya kasus stunting melalui edukasi cara 03 menjaga kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan dan anak-anak hingga berusia 2 tahun.
4. Meningkatkan kesadaran khususnya bagi ibu-ibu usia produktif terutama pada ibu hamil untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dibagi dalam 2 sesi yaitu sesi pagi dengan sasaran peserta adalah tenaga kesehatan dan kader posyandu, kader PKK, dan dasawisma dengan total peserta 34 orang, dan sesi pagi dengan sasaran peserta adalah pasangan usia subur dan ibu hamil dengan total peserta 17 orang.

Jumlah tim pengabdi adalah 31 orang dengan 9 Dosen dan staf Departemen Ilmu Penyakit Mulut FKG UI, 16 Mahasiswa PPDGS Penyakit Mulut FKG UI, 2 Dosen Depertemen Ilmu Bedah Mulut FKG UI dan 2 Mahasiswa PPDGS Bedah Mulut FKG UI, serta 2 orang dari Tim HUMAS UI. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved