Rabu, 6 Mei 2026

Mikhail Gorbachev Meninggal Dunia

Sampai Mikhail Gorbachev Wafat, Iklan Pizza Hut yang Dia Bintangi Tak Pernah Tayang di Rusia

Kabar Mikhail Gorbachev wafat membuat video iklan Pizza Hut yang dibintangi Mikhail Gorbachev tahun 1997, viral di media sosial.

Tayang:
Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
Kolase Foto Tribunnews
Iklan Pizza Hut yang Mikhail Gorbachev tahun 1997 viral menyusul kabar kematiannya pada Selasa (30/8/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Mantan Presiden Uni Soviet, Mikhail Gorbachev, meninggal dunia di usia 91 tahun, Selasa (30/8/202).

Seiring munculnya kabar duka ini, video iklan Pizza Hut yang dibintangi Mikhail Gorbachev jadi viral di media sosial.

Penampilan Mikhail Gorbachev sebagai bintang iklan Pizza Hut ada hubungan dengan keputusannya semasa menjadi Presiden Uni Soviet.  

Dilansir Newsweek, Mikhail Gorbachev merupakan pemimpin terakhir Uni Soviet.

Di bawah pemerintahannya, Uni Soviet mengalami reformasi yang berakhir dengan keruntuhan negara itu pada 1991. Uni Soviet pecah menjadi beberapa negara di antaranya Rusia dan Ukraina yang kini tengah berperang.

Enam tahun setelah Uni Soviet runtuh, Gorbachev tampil dalam sebuah iklan Pizza Hut yang disiarkan secara internasional, tetapi tidak di Rusia.

Di Rusia, Mikhail Gorbachev dipandang sebagai pembuka masuknya kapitalisme setelah Soviet runtuh.

Iklan Pizza Hut itu viral di Twitter setelah diunggah oleh seorang penulis dan profesor, Justin Hendrix.

Dengan latar Lapangan Merah Moskow, Gorbachev terlihat berjalan dan memasuki sebuah restoran Pizza Hut.

Para pengunjung yang sedang makan langsung memperhatikan kedatangan mantan pemimpin Soviet itu.

Dua pengunjung berdebat tentang apakah masa jabatannya membuat Uni Soviet lebih baik atau tidak.

Ada yang berpendapat bahwa Gorbachev membawa ketidakstabilan ekonomi dan politik, lalu dibantah pengunjung lain.

Pengunjung itu mengatakan Gorbachev memberi masyarakat kesempatan dan kebebasan.
Perdebatan usai setelah seorang pengunjung wanita menyela dan mengatakan:

"Karena dia (Gorbachev), kita memiliki banyak hal—seperti Pizza Hut."

Para pengunjung sepakat dan meneriakkan pujian untuk Gorbachev dan berseru "Salam untuk Gorbachev!"

Kebijakan Gorbachev pada dasarnya membantu membuka pintu bagi restoran Barat, seperti Pizza Hut, untuk dibuka di Rusia.

Pizza Hut pertama dibuka di Moskow pada 1990.

Namun, di tengah invasi Rusia ke Ukraina, Pizza Hut bersama perusahaan Barat lainnya menangguhkan operasi di negara itu.

Gorbachev secara pribadi merasa perang merusak warisan pemerintahannya dulu, kata seorang teman dekatnya pada Juli lalu.

Sosok Mikhail Gorbachev

Gorbachev adalah presiden pertama dan terakhir Uni Soviet.

Ia memimpin Uni Soviet sebagai sekretaris jenderal Partai Komunis Soviet dari Maret 1985 hingga Agustus 1991, lalu menjabat sebagai satu-satunya presiden dari Maret 1990 hingga Desember 1991.

Selain dikenal karena reformasi politik dan ekonominya, Gorbachev juga berjasa dalam peningkatan hubungan diplomatik dengan Barat.

Gorbachev dipuji karena membantu mengakhiri Perang Dingin, periode ketegangan Uni Soviet dan Barat selama puluhan tahun.

Sejumlah pengamat politik berkomentar soal arti di balik iklan Pizza Hut tersebut.

"Generasi saya tahu Komunisme sudah mati ketika kita melihat Gorbachev dalam iklan Pizza Hut. Beberapa dekade terakhir pasti sangat sepi dan aneh bagi Gorbachev," cuit komentator politik, Sunanda Vashisht.

"Iklan untuk Pizza Hut ini (dari segala hal) menyoroti bagaimana satu generasi orang Rusia menyalahkan Gorbachev atas ketidakstabilan negara mereka sementara yang lain memuji dia untuk kebebasan & peluang yang baru ditemukan," tulis jurnalis Rezaul Hasan Laskar.

Gorbachev lahir pada 2 Maret 1931, dari keluarga petani Rusia-Ukraina di desa Privolnoye di bagian barat daya Rusia Soviet.

Ia dikenal dengan kebijakan perestroika atau restrukturisasi, yang dirancang untuk menghidupkan kembali ekonomi yang hampir mati dan membawa perubahan, lapor Guardian.

Bersamaan dengan itu, ada glasnost atau keterbukaan, sebuah konsep yang mencakup liberalisme dan pluralisme setelah beberapa dekade penyensoran dan kebohongan resmi.

Para pemimpin Barat melihat kepemimpinan Gorbachev sebagai peluang untuk membuka Tirai Besi.

Dia mengunjungi Inggris, Prancis, Jerman, Kanada, dan banyak negara lain selama pemerintahannya. (Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved