Kecelakaan Lalu Lintas

Naufal Korban Kecelakaan, Tali Tas Terputus dan Sempat Tidak ingin Sekolah Lantaran Tidak Enak Badan

Keluarga Kenali Jenazah Naufal Dari Tanda Lahir di Punggung dan Baju Dalamannya

Tribun Tangerang/Yolanda Putri Dewanti
Suasana Rumah Duka yang berlokasi di Jalan Haji Jabar, RT 06/RW 01, Kampung Rawa Pasung, Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Kamis (01/09/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, BEKASI -- Mariam (52), adik dari neneknya Naufal Shidqi As-Tsaaqib tak kuasa membendung air matanya saat menceritakan kembali kronologi pencarian jenazah bocah berusia 11 tahun itu.

Diketahui, bocah yang karib disapa Opang ini menjadi salah satu dari 10 korban tewas kecelakaan truk kontainer maut yang terjadi di depan SDN Kota Baru 02 dan 03, Kranji, Kota Bekasi, Rabu (31/8/2022) kemarin.

Dengan mata yang sembab, Mariam berusaha mengingat kejadian kemarin yang hingga saat ini dirinya masih belum percaya dan tak menyangka.

"Jadi kan memang Opang ini setiap berangkat sekolah tak diantar, maunya jalan sendiri saja. Saat itu, pas mau berangkat sekolah sebenarnya ia sudah sempat ingin libur karena merasa tak enak badan. Tetapi, karena semangatnya dan dorongan sang nenek Opang tetap berangkat," ucap Mariam saat ditemui di rumah duka yang berlokasi di Jalan Haji Jabar, RT 06/RW 01, Kampung Rawa Pasung, Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Kamis (01/09/2022).

Perempuan yang akrab disapa Umi itu juga mengungkapkan, bahwa sebenarnya pagi hari itu sebelum kejadian tas sekolah Opang sempat putus.

Lalu, akhirnya diikat kembali agar bisa menopang buku-buku pelajaran untuk dibawa ke sekolahnya.

"Pas pagi sebelum kejadian, tas opang itu putus talinya tapi ya sudah diikat kembali saja," imbuhnya.

Baca juga: Tinjau Lokasi Kecelakaan Maut di Bekasi, Ridwan Kamil: Ujian Orangtua yang Ditinggalkan Anaknya

Tak lama kemudian, sekiranya pukul 09.30 WIB, Umi mendapatkan kabar bahwa telah terjadi kecelakaan di depan sekolah Opang.

Seketika hati Umi pun berdebar lebih kencang dan perasaan khawatir akan keselamatan Opang menghantui pikirannya.

"Pas dengar kabar itu tanpa pikir panjang saya langsung cari Opang, saya ingin memastikan apakah Opang selamat," tambahnya.

Pihak keluarga pun membagi tugas agar segera bisa menemukan Naufal dengan harapan bocah periang itu bisa selamat.

"Kami bagi tugas, ada yang ke Tempat Perkara Kejadian (TKP), ke RSUD, dan ke RS Ananda, tetapi saat itu kami tidak menemukan nama Naufal," imbuhnya.

Baca juga: Lokasi Kecelakaan Maut di Kota Baru Bekasi dapat Kiriman Karangan Bunga Duka Cita

Dengan air mata bercucuran, Mariam melanjutkan bahwa wajah Naufal sempat tak dikenali oleh keluarga lantaran luka lebam di bagian muka.

Tetapi, pada akhirnya Naufal dapat dikenali oleh pihak keluarga setelah melihat baju dalaman yang dikenakan dan tanda lahir yang berada di tubuh korban.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved