Jumat, 1 Mei 2026

Harga BBM

Terima Kabar Harga BBM Naik, Sejumlah Pengendara Habiskan Waktu Lebih Lama di SPBU

Ratusan pengendara antre di SPBU di Karawang dan Cimahi, Jabar, Rabu (31/8/2022) malam. Mereka antre setelah dapat kabar harga BBM naik mulai 00.00

Tayang:
Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
TribunJabar.id/Hilman Kamaludin
Sebuah SPBU di Cimahi diserbu pengendara, Rabu (31/8/2022) malam, setelah muncul wacana harga BBM naik mulai Kamis (1/9/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, KARAWANG -- Ratusan pengendara antre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Ahmad Yani Karawang, Jawa Barat, sejak hingga malam, Rabu (31/8/2022).

Mereka antre isi bensin full tank setelah mendapat kabar harga BBM naik per 1 September 2022, pukul 00.00 WIB.

Seorang pengendara, Panji (37), mengaku mendapat kabar harga BBM naik dari teman kantornya. Dalam perjalanan dari kantor ke rumah, Panji belok ke SPBU.

Dia tak menyangka banyak pengendara yang menyerbu SPBU hingga timbul antrean panjang dan butuh waktu lama untuk bisa membeli BBM. "Saya pikir enggak seramai ini," kata Panji.

Panji sangat berharap pemerintah membatalkan kenaikan harga Pertalite atau BBM subsidi. "Saya harap jangan dulu dinaikkan. Coba dipikirkan, karena kondisi ekonomi masih seperti ini," katanya.

Sementara itu, Rudianto pengendara sepeda roda dua mengatakan, kenaikan harga BBM subsidi akan menyengsarakan rakyat. Terlebih pekerjaan yang sebagai ojek pangkalan.

"Sudah sulit dapet penumpang, harga BBM naik. Negara uda enggak mikirin rakyatnya. Untung masih ada langganan jemputan," katanya.

Di Kota Cimahi, sejumlah SPBU juga diserbu pengendara setelah muncul wacana kenaikan harga Pertalite mulai Kamis (1/9/2022).

Pantauan Tribun Jabar, pada Rabu (31/8/2022) malam, antrean kendaraan itu terjadi di SPBU Jalan Pesantren dan Jalan Cilember, Kota Cimahi, bahkan antrean kendaraan terlihat cukup panjang hingga mencapai pinggir jalan raya.

Para pengendara itu terlihat banyak yang akan mengisi pertalite, tetapi ada juga yang ingin mengisi pertamax, sehingga kedua tempat pengisian BBM itu pun dipadati sejumlah pengendara.

"Kabarnya harga Pertalite akan naik, jadi saya isi full sekarang mumpung masih murah," ujar Uyung (40), pengemudi angkot di SPBU Cilember, Rabu malam.

Uyung menolak keras rencana kenaikan harga BBM tersebut karena penumpang angkot menurun drastis. Jika harga BBM naik, dipastikan akan menambah pengeluaran.

"Jelas keberatan karena pendapatan sedikit sedangkan pengeluarannya makin besar kalau harga (BBM) naik," kata Uyung.

Pengendara ojek online, Ensi (29) mengaku baru kali ini merasakan antrean panjang di SPBU di Kota Cimahi.

Dia juga menolak kenaikan harga BBM. "Kalau harga BBM naik jelas keberatan karena saya sebagai ojol akan sangat terbebani," ucapnya.

Sementara pihak manajemen SPBU Cilember enggan berkomentar terkait rencana kenaikan BBM tersebut karena sampai saat ini belum ada pengumuman resmi dari pemerintah. (*)

sumber: TribunJabar.id

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved