UMKM

UMKM Kota Tangerang Selatan Bakal Dijadikan Primadona Usaha di Indonesia

Kepala dinas koperasi dan ukm Tangsel, Warman Syanudin mengatakan, UMKM tersebut akan dijadikan sebagai usaha primadona di Tanah Air.

Tribun Tangerang/Rafzanjani Simanjorang
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Tangsel, Warman Syanudin, mengatakan, UMKM di Kota Tangerang Selatan akan dijadikan primadona usaha. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Total ada 149.720 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Tangerang Selatan.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Tangsel, Warman Syanudin mengatakan, UMKM tersebut akan dijadikan sebagai usaha primadona di Kota Tangerang Selatan bahkan di Indonesia.

Oleh karena itu, Warman minta kepada pelaku UMKM untuk terus menekuni usaha masing-masing tanpa takut bersaing atau takut tidak laku.

"Tentunya kami akan terus membina UMKM ini. Tentunya mereka harus terus menimba ilmu, mencari inovasi  kreativitas, dan produk harus bisa mengalami perubahan," kata Warman saat ditemui di ruang kerjanya, Puspemkot Tangerang Selatan, Kamis (1/9/2022).

"Jangan merasa sekarang banyak laku, namun harus melihat pesaing juga, tapi bukan berarti takut bersaing," katanya lagi.

Persaingan di pemasaran, ide seperti perubahan rasa makanan, pembungkusan produk, pemasaran atau kemudahan hingga transportasi harus dipikirkan pemilik usaha.

Warman menambahkan, apabila produk sudah menjadi unggulan, maka UMKM di Kota Tangsel akan menjadi primadona.

"Pola pikir juga mesti berubah, terutama peningkatan sumber daya manusianya, baik di karyawan maupun di pemilik usahanya," ucapnya.

Baca juga: Isi Akhir Pekan ke DjakFest di Parkir Timur Senayan Mulai 26-28 Agustus 2022, ada 300 UMKM Pameran

Baca juga: Cerita UMKM yang Terpuruk Saat Pandemi lalu Bangkit

Saat ini, Warman mengatakan bahwa pelaku UMKM mulai bangkit setelah didera pandemi Covid-19.

Namun, di tengah kebangkitannya, UMKM  turut diterpa masalah lain yakni kenaikan harga berbagai macam bahan-bahan produk rumah tangga.

"Saat ada permasalahan di UMKM, tentunya butuh silaturahmi. Dengan silaturahmi, ada informasi, atau cara lain dari sesama rekannya."

"Tentunya, harus mau bersosialisasi juga, mau melakukan kunjungan. Kalau barang tidak laku?, kami kerap menyampaikan agar mereka menjual ke OPD lain, atau kepada masyarakat lain," tuturnya.

Ada pula solusi lain yang pihaknya kerap lakukan yaitu bazzar UMKM.

Dia yakni, jika semua sudah diberdayakan, maka UMKM dapat dijual ke pasar modern. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved