Kecelakaan lalu lintas

Komnas PA Siapkan Tenaga Trauma Healing Bagi Guru dan Murid Pasca Kecelakaan di Bekasi

Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait akan menyiapkan pelayanan trauma healing bagi siswa SDN Kota Baru II dan III Kota Bekasi

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Lilis Setyaningsih
Tribun Tangerang/Joko Supriyanto
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait bersama guru di SDN Kota Baru II dan III ketika meninjau lokasi titik kecelakaan maut di Kota Bekasi, Jumat (2/9). 

TRIBUNTANGERANG.COM, BEKASI -- Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait akan menyiapkan pelayanan trauma healing bagi siswa SDN Kota Baru II dan III Kota Bekasi, pasca insiden kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Sultan Agung Rabu (31/8/2022).

Hal ini disampaikan okeh Arist Merdeka ketika berkunjung ke SDN Kota Baru II dan III, sekaligus melihat secara langsung lokasi kecelakaan yang menyebabkan 10 orang meninggal dunia itu.

"Nanti kita juga akan berikan trauma healing secara massal untuk murid-murid yang ada di sini," kata Arist Merdeka, Jumat (2/9/2022).


Menurut Arist Merdeka, jika insiden kecelakaan maut itu tentunya membuat beberapa pelajar SDN Kota Baru II dan III mengalami shock, apalagi kejadian kecelakaan maut itu juga bertepatan ketika anak-anak masih berada di Sekolah.

Ditambah lagi, korban tewas juga ada dari pelajar SD itu.

Tak hanya siswa, Arist Merdeka mengaku juga akan memberikan pendampingan trauma healingkepada guru yang ada di SDN Kota Baru II dan III Kota Baru.

Pasalnya, setelah menemui guru, mereka mengaku mengalami trauma atas kecelakaan itu, apalagi beberapa guru melihat korban adanya murid sendiri.

Baca juga: Para Guru Menangis Saat Tabur Bunga di Lokasi Kecelakaan, Akan Dilakukan Doa Bersama Anak Murid

Baca juga: Kombes Endra Zulpan Sebut Kecelakaan Maut di Bekasi Diduga Akibat Rem Blong

"Trauma healing untuk semua anak yang ada disini karena mereka juga mungkin shock ya karena melihat atau mendengar temannya ini hilang meninggal dan sebagainya. Selain siswa guru-guru juga perlu juga karena saat ini juga kehilangan, kami akan siapkan juga nanti ya," katanya.

Diungkapkan oleh Arist, jika pemberian pendampingan trauma healing ini akan segera diberikan dalam waktu dekat.

Komnas PA pun juga berkoordinasi dengan pemerintah setempat terkait tenaga psikolog.

"Kita akan kerja sama dengan psikolog yang ada di Pemerintah Daerah kalo kurang kami akan siapkan orang juga. Karena di daerah ini juga tidak banyak psikolog, nanti kami akan gabungkan dengan psikolog dari komnas PA," ucapnya. (JOS)

Sumber: Tribun bekasi
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved