Kenaikan BBM

Desainer Perkirakan Kenaikan BBM Akan Berdampak terhadap Industri Fesyen

Sektor industri fesyen menjadi salah satu bidang usaha yang terkena dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Tribun Tangerang/M Rifqi Ibnumasy
Peragaan busana di JFF3 Fashion Festival. Kenaikan harga BBM akan berdampak pada industri fesyen. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Sektor industri fesyen menjadi salah satu bidang usaha yang terkena dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Pemerintah telah resmi menaikkan harga BBM bersubsidi, Sabtu (3/9/2022) lalu. 

Dampak kenaikan BBM terhadap industri fashion tersebut dikemukakan  desainer Ariy Arka saat konferensi pers JF3 Fashion Festival di Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (4/9/2022).

"Industri fesyen pasti akan terdampak dengan adanya kenaikan BBM," kata Ariy Arka.

Menurut bos dari brand mode wanita 'Naara',, dampak kenaikan BBM dapat menyebabkan beberapa segmen pada industri busana berubah, terutama berkaitan keuangan produksi.

Dia menambahkan, beberapa segmen industri fesyen yang juga akan terdampak kenaikan BBM yakni berkaitan sumber daya manusia hingga bahan material produksi fesyen.

"Dengan adanya kenaikan BBM pasti di beberapa segmen di industri fesyen, mungkin kayak tenaga kerja, atau bahan baku pasti akan mengalami kenaikan," ucapnya.

Baca juga: Harga Tiket Bus di Terminal Poris Plawad Naik Hingga 30 Persen, Pasca Kenaikan BBM

Baca juga: Tak Terpengaruh Keputusan Pemerintah, SPBU Vivo Jual Bensin Seharga Rp 8.900 per Liter

Meski demikian, Ariy sudah mengantisipasi kenaikan harga BBM dengan rencana untuk bertahan dan memperoleh keuntungan tanpa harus mengurangi karyawan.

"Karena nggak mungkin BBM naik, tapi gaji karyawan nggak naik, mau nggak mau salary harus naik," ucapnya.

"Kita berusaha untuk tidak mengurangi karyawan, kita berusaha menambah karyawan. Karena dengan menambah karyawan kita harapannya bisa menambah omzet juga dan targetnya kita besarkan lagi," katanya lagi.

Kenaikan BBM akan berdampak terhadap harga material pembuatan busana. Karena industri bahan pakaian akan menaikkan harga produk.

"So pasti dari harga, dari yang biasa kita punya harga standar, let's say misalnya katakan sample-nya Rp 500.000 kita harus naik sesuai dengan persentase, makanya pasti akan memengaruhi," katanya.

Ariy berpesan, pelaku industri fesyen tetap memerhatikan konsumen, manajemen, dan hubungan dengan karyawan dan pelanggan agar bisa bertahan di tengah kenaikan harga BBM.

"Kita menjaga customer yang kontribusinya sudah besar buat brand kita dengan harapan bisa menjadi sangat loyal buat kita. Ada kenaikan 10 atau 20 persen saya kira nggak begitu masalah," ujarnya.

 

 


 
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved