Harga BBM Naik

Presiden Partai Buruh Serukan Mogok Nasional Jika Harga BBM Tidak Turun

Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyerukan ajakan mogok nasional jika pemerintah tidak menurunkan harga BBM

Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
Tribunnews/Rizki Sandi Saputra
Presiden Partai Buruh Said Iqbal memimpin aksi massa buruh menolak kenaikan harga BBM di depan gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (6/9/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Serikat buruh menyatakan bakal melakukan aksi mogok kerja nasional jika pemerintah tidak menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Siap mogok nasional? Siap! November akhir atau Desember awal, bila BBM tidak diturunkan," seru Presiden Partai Buruh Said Iqbal saat aksi di depan gedung DPR RI, Selasa (6/9/2022).

Seruan tersebut langsung dijawab langsung oleh massa aksi buruh, Selasa (6/9/2022).

Selain soal tuntutannya terhadap harga BBM, buruh juga mendesak pemerintah untuk membatalkan disahkannya UU Omnibus-Law Cipta Kerja.

Buruh juga menuntut agar upah minimun dinaikkan sebesar 10-13 persen pada 2023 mendatang. Jika tuntutan ini tidak dikabulkan, maka mogok nasional akan mereka lakukan.

"Omnibus Law tetap dipaksa disahkan, upah tidak dinaikkan, wahai kaum buruh, petani, nelayan, kelas pekerja, persiapkan dirimu, mogok nasional," kata Iqbal.

Iqbal meminta kepada para kaum buruh untuk tidak perlu khawatir melakukan aksi mogok nasional ini.

Dia menyatakan akan bertanggung jawab jika memang ada hal yang tak diinginkan.

"Nggak usah takut, saya yang pimpin langsung. Kalau ada apa-apa, saya yang tanggung jawab. Saya akan serukan secara terbuka, mogok nasional. Tapi konstitusional mengikuti aturan UU, menjaga ketertiban," ucap dia.

demo PMII 1
Massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melakukan aksi protes kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dekat Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (5/9/2022). Mahasiswa meminta pemerintah menganulir keputusan menaikan harga BBM.

Sebelumnya, Partai Buruh bersama serikat buruh menyampaikan tuntutannya kepada DPR RI dalam aksi yang digelar, Selasa (6/9/2022).

Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan, pihaknya mendesak kepada DPR RI untuk membentuk panitia kerja (Panja) dan panitia khusus (pansus) untuk membahas penolakan kenaikan harga BBM.

"Memang kita menginginkan aksi di DPR ini, DPR membentuk panja dan pansus BBM," kata Iqbal kepada awak media dalam aksi yang digelar di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (6/9/2022).

Desakan membentuk panja dan pansus itu sebagai upaya agar DPR bekerja mewujudkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat atau buruh.

Sebab kata dia, sudah ada beberapa anggota legislatif yang menyuarakan penolakan kenaikan BBM namun belum ada inisiatif yang dilakukan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved