Polisi Tembak Polisi

Penyidikan Temukan Fakta Baru dari Rekonstruksi Kasus Polisi Tembak Polisi

Aksi polisi tembak polisi yang menelan satu korban jiwa di Lampung, dinilai sebagai perbuatan terencana, bukan spontan

Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq
Tersangka polisi tembak polisi di Lampung Tengah, Aipda Rudi Suryanto, mengenakan seragam tahanan saat polisi merilis kasus ini. 

"Proses rekonstruksi setelah 48 jam dari kejadian sebagai bukti dari janji kami bahwa proses akan dilakukan secara transparan," kata Pandra.

Pandra menambahkan, dalam pekan ini tersangka Aipda Rudi juga direncanakan menjalani sidang kode etik atas kasus itu.

Diberitakan sebelumnya, PS Kanit Provost Polsek Way Pengubuan Aipda Rudi Suryanto menembak rekan kerjanya sendiri Aipda Ahmad Karnain pada Minggu (4/9/2022) malam.

Aipda Ahmad Karnain tewas dengan luka tembak di bagian dada.

Aipda Rudy Suryanto melakukan aksi tersebut karena tidak terima istrinya disebut belum bayar arisan online.

Aipda Ahmad Karnain mengatakan istri Aipda Rudy Suryanto belum bayar arisan. Hal itu dia ungkap di WhatsApp Group.

AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya mengatakan, pelaku melakukan penembakan karena merasa sudah berada di titik puncak, karena korban sudah menyinggung ke ranah keluarga.

"Pelaku melihat di group Whatsapp bahwa korban telah membeberkan informasi, bahwa istri pelaku belum membayar arisan online," kata Doffie Fahlevi Sanjaya. (*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved