Tangerang Raya

1,3 Juta Bolpoin Ilegal asal China Diseludupkan ke Indonesia Sejak Tahun 2019 Dimusnahkan

Sebanyak 1,3 juta bolpoin ilegal dimusnahkan Direktorat Jenderal Bea Cukai dan Hak Atas Kekayaan Intelektual di PT Standardpen Industries,  Kamis (8/

Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro
Ribuan bolpoin dilindas menggunakan kendaraan alat berat di Kota Tangerang, Kamis (8/9/2022). Bolpoin ini diselundupkan dari China ke Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Mas, Jawa Tengah, dan Tanjung Perak, Jawa Timur. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Sebanyak 1,3 juta bolpoin ilegal dimusnahkan Direktorat Jenderal Bea Cukai dan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) di PT Standardpen Industries,  Kamis (8/9/2022).

Jutaan bolpoin yang dimusnahkan itu barang seludupan asal China dibongkar tim gabungan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur,  dan Tanjung Mas, Semarang, Jawa Tengah.

Proyek Manager PT Standardpen Industries, Marsudi mengatakan, 1,3 juta bolpoin yang dimusnahkan itu barang yang diseludupkan tahun 2019-2021.

"Hari ini ada 1.350.000 buah bolpoin ilegal asal China yang hendak diseludupkan ke Indonesia yang telah dikumpulkan sejak tahun 2019 awal hingga tahun 2021 yang dikemas dalam 478 karton bolpoin," ujar Marsudi.

"Untuk estimasi kerugian akibat adanya bolpoin ilegal ini, totalnya nominalnya mencapai Rp 2 miliar," ujarnya lagi.

Marsudi mengapresiasi kerja Ditjen Bea Cukai, HAKI dan kepolisian atas pengungkapan dan penindakan terhadap kasus penyeludupan bolpoin ilegal tersebut.

Pasalnya, bolpoin ilegal itu merupakan barang tiruan yang secara tampilan menyerupai hampir 90 persen dengan produk asli. 

"Atas nama manajemen tentunya kami sangat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Dirjen Bea Cukai, HAKI dan aparat kepolisian atas sinergisitas yang diberikan sehingga perlindungan terhadap dunia investasi dan usaha sangat kami rasakan," ujarnya.

Baca juga: 2 Pelaku Penyelundupan Sabu 3 Kilogram Dibekuk Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta

Baca juga: Penyelundupan Sabu dan Ganja 1 Kg dari Sulawesi Utara ke Jakarta Dibongkar Polres Tangsel

Sementara itu, Koodinator dan Pencegahan Sengketa Dirjen HAKI, Ahmad Rifadi menambahkan, upaya pencegahan barang ilegal merupakan bentuk komitmen Indonesia dalam penegakan hukum. 

"Ini merupakan atensi penegakan hukum untuk efek jera bagi pengusaha yang nakal dan tentu sebuah kegiatan positif bagi penegakan hukum di Indonesia," ujarnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved