Kriminalisasi Padi Padi

Dugaan Kriminalisasi Pemilik Padi Padi, Kepala Satpol PP Bela Camat Pakuhaji

Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang Fahrul Rozi membla Camat Pakuhaji dalam perkara dugaan kriminalisasi pemilik Padi Padi Picnic Ground.

Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Ign Prayoga
Istimewa
Portal yang dipasang pihak Kecamatan Pakuhaji di jalan menuju Padi Padi Picnic Ground di Jalan Raya Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Pemilik Padi Padi Picnic Ground, Kim Anton, diduga menjadi korban kriminalisasi.

Kim Anton beserta suami dan staf Padi Padi dijadikan tersangka perusakan tanda segel pada lahan Padi Padi yang dipasang pihak Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.

Penyegelan lahan Padi Padi terjadi setelah Kim Anton menolak melepas lahannya kepada pengembang perumahan besar.

Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang Fahrul Rozi menyatakan pihak Kecamatan Pakuhaji menjalankan tugas terkait penindakan terhadap pelanggar peraturan daerah.

Fahrul Rozi mengaku mendapat surat dari Kecamatan Pakuhaji tentang penyegelan tempat usaha Padi Padi picnic ground karena belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Salah satu sudut Padi Padi Picnic Ground di Pakuhaji, Kabupaten Tangerang
Salah satu sudut Padi Padi Picnic Ground di Pakuhaji, Kabupaten Tangerang (Instagram Padi Padi)

"Satpol PP memang mendapat surat tembusan penyegelan Padi Padi dari Trantib Kecamatan Pakuhaji. Proses penindakan itu kewenangan camat, sementara Satpol PP belum masuk ke sana, kita masih monitoring," ujar Fahrul Rozi kepada wartawan, Rabu (7/9/2022).

Sementara Camat Pakuhaji Asmawi mengatakan penindakan terhadap pelanggar perda yang dilakukan pihaknya merupakan amanat Peraturan Bupati Tangerang Nomor 113 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Kecamatan dan Kelurahan di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang.

Terkait penyegelan dan pemasangan portal di jalan menuju Padi Padi, Asmawi mengatakan bahwa dia menjalankan aturan yang berlaku. Menurutnya, pemilik Padi Padi tidak dapat menunjukan izin mendirikan bangunan (IMB).

"Jadi tuduhan-tuduhan ada intervensi pihak lain yang disampaikan pihak Padi Padi kepada media massa tidak benar. Kami tegaskan sedang menjalankan tupoksi berdasarkan aturan. Selain penyegalan karena tidak ber-IMB, alasan kami melakukan pemasangan portal disepadan jalan raya menuju akses tempat usaha pun tujuannya pada saat itu pencegahan penyebaaran Covid-19," ujar Asmawi.

Asmawi menyesalkan pernyataan pengelola Padi Padi di podcast Kanal Anak Bangsa yang terkesan menyesatkan publik.

Pemilik Padi Padi Picnic Ground, Kim Anton, berbincang dengan Rudi S Kamri Youtube Kanal Anak Bangsa.
Pemilik Padi Padi Picnic Ground, Kim Anton, berbincang dengan Rudi S Kamri Youtube Kanal Anak Bangsa. (Youtube Kanal Anak Bangsa)
Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved