Program Sanitasi

Kepala Sekolah SD dan SMP di Kabupaten Tangerang Bisa Dicopot Jabatannya Jika Sanitasi Sekolah Buruk

Program sanitasi berbasis sekolah merupakan program unggulan Ahmad Zaki Iskandar, bupati Tangerang saat terpilih di periode pertama yaitu 2013 lalu.

Tribun Tangerang/Rafzanjani Simanjorang
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menceritakan kisah awal Program Sanitasi di Kabupaten Tangerang, yang Kini Jadi Pilot Project Sanitasi Nasional 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Program sanitasi berbasis sekolah merupakan program unggulan Ahmad Zaki Iskandar, bupati Tangerang saat terpilih di periode pertama yaitu 2013 lalu.

Saat itu hampir 1.000 sekolah difasilitasi pemerintah untuk program sanitasi.

Kemudian, saat terpilih lagi menjadi bupati di tahun 2018, Ahmad Zaki menjalankan program sanitasi pesantren.

Meski sempat terhambat akibat pandemi Covid-19, namun sanitasi pesantren ditarget rampung tahun 2023. 

Dari target 800, 400 telah selesai tahun ini.

Pemkab Kabupaten Tangerang telah menganggarkan rehabilitasi sanitasi dan biaya pemeliharaan sekolah.

Tujuannya agar kesinambungan program sanitasi terus berjalan.

Agar program sanitasi berhasil, Ahmed Zaki pun mengeluarkan kebijakan bila kepala sekolah tidak memperhatikan sanitasi di sekolah tersebut, siap-siap dicopot.

Baca juga: Bupati Tangerang Ahmed Zaki Jadi Ketua Umum Aliansi Kabupaten-Kota Peduli Sanitasi Periode 2022-2026

"Kami juga memberikan tanggung jawab kepada kepala sekolah agar memperhatikan sanitasi sekolah dan fasilitas yang lain, yang menjadi indikator kinerja kepala sekolah. Saat ini ada stok kepala sekolah yang siap yakni 60 orang," ujar Zaki seusai pembukaan City Sanitation Summit di ICE BSD, Rabu (6/9/2022).

Ke 60 orang tersebut siap menjadi pengganti jika ada kepala sekolah yang tidak memerhatikan sanitasi sekolah di tingkat SMP.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved