Jumat, 12 Juni 2026

Kecelakaan Pesawat TNI AL

Terungkap Pesawat TNI AL yang terjatuh di Selat Madura Tak Dilengkapi Kursi Pelontar

Dua jenazah dari Pilot dan Kopilot pesawat latih TNI AL jenis Bonanza G-36 T-2503 yang terjatuh di Selat Madura telah dimakamkan secara militer.

Tayang:
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Lilis Setyaningsih
istimewa
Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal), Laksamana Madya Ahmadi Heri Purwono, Jumat (9/9/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Dua jenazah dari Pilot dan Kopilot pesawat latih TNI Angkatan Laut jenis Bonanza G-36 T-2503 yang terjatuh di Selat Madura telah dimakamkan secara militer di Surabaya pada Jumat (9/9/2022).

Jenazah pilot tersebut atas yakni Letnan Satu Laut (P) Judistira Eka Permady, dan kopilot adalah Letnan Dua Laut (P) Dendy Kresna Bhakti.

"Habis salat Jumat dimakamkan secara militer di Surabaya," kata Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal), Laksamana Madya Ahmadi Heri Purwono, saat ditemui awak media di Kampung Negalasari, Cariu, Jawa Barat, Jumat (9/9).

Pemakaman tersebut dilakukan seusai jajaran TNI AL berhasil melakukan evakuasi bangkai pesawat jenis Bonanza G-36 T-2503 tersebut dalam keadaan utuh.

"Alhamdulillah di dalam waktu tidak lebih dari 12 jam sudah kami bisa menemukan obyek atau bangkai pesawat tersebut dan kami sudah berhasil mengangkatnya secara utuh," lugasnya.

Diketahui sebelumnya, pesawat tersebut sempat terjatuh di alur pelayaran barat Surabaya atau tepat di Selat Madura. Namun sayang, pesawat ini didesain tidak dilengkapi fasilitas kursi pelontar terkhusus awak cabin.

Hal itu diungkapkan Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Danpuspenerbal) Laksamana Muda TNI, Dwika Tjahaja Setiawan, ketika menggelar konferensi pers di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Rabu (7/9/2022) lalu.

Baca juga: Pada HUT RI, Udara Istana Negara Akan Dikepung Pesawat Tempur dengan Bentuk Formasi 77

Baca juga: Penumpang Pesawat di Bandara Soekarno Hatta Tahun Ini Meningkat 100 Persen Dibanding Tahun Lalu

"Jenis pesawat Bonanza ini memang pesawat latih yang juga sebagai pesawat transport atau pesawat ringan yang tidak dilengkapi kursi lontar," ujarnya.

Walaupun  tidak dilengkapi dengan fasilitas itu, pesawat tersebut dijelaskan Dwika dalam keadaan layak terbang.

Kejadian jatuhnya pesawat tersebut berlangsung sesudah lepas landas dari Bandara Juanda.

Lalu, sekira 10 menit seusai lepas landas, yakni pukul 08.55 WIB, pesawat tersebut kemudian hilang kontak di perairan Selat Madura.

Baca juga: Sosok Lettu Pnb Allan Syafitra yang Gugur Dalam Kecelakaan Pesawat, Baru Menikah Tahun 2021


"Pesawat terjatuh sekira pukul 09.30 WIB di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) antara Kabupaten Bangkalan Madura dan Gresik," pungkasnya. (m37)

 

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved