Kriminal

4 Perampok Beraksi di Jalan Tol Jagorawi Aniaya Korban hingga Mengalami Luka-luka

Sopir truk ekspedisi menjadi korban perampokan bersenjata tajam di ruas Tol Jagorawi, Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (7/9/2022).

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Intan Ungaling Dian
Istimewa
Tangkap layar video aksi perampokan terhadap sopir truk ekspedisi di Jalan Tol Jagorawi, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (7/9/2022). Akibat perampokan ini, korban mengalami luka-luka. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Sopir truk ekspedisi menjadi korban perampokan bersenjata tajam di ruas Tol Jagorawi, Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (7/9/2022).

Korban bernama Anton Rudianto (30) mengatakan, pelaku perampokan berjumlah empat orang.

Aksi perampokan itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB saat dia mengendarai truknya dari gudang ekspedisi di Tambora, Jakarta Barat.

"Saya habis buang air kecil di pinggir jalan tol, kemudian ketika masuk mobil, empat pelaku ini langsung datang, dan saya didekap," kata Anton, Sabtu (10/9/2022).

Ketika beraksi, keempat pelaku tersebut membawa senjata tajam jenis gergaji besi satu unit, klewang dua unit.

Serta satu batang besi yang digunakan untuk memecah kaca mobil dan menyuruh korban memberikan harta bendanya.

Saat kejadian, posisi Anton sedang berdiri dan berusaha melawan para pelaku.

Namun, satu pelaku menyerangnya menggunakan senjata tajam (sajam).

Baca juga: Modus Perampokan Motor Pura-Pura Jadi Polisi dan Ancam Korban Pakai Senjata Tajam

Baca juga: 2 Pelaku Perampokan Ponsel Bersenjata Tajam di Cibodas Ditahan di Polsek Jatiuwung

Akibatnya, korban mengalami luka bacok dan lebam akibat pukulan benda tumpul.

"Saya dipaksa untuk keluar mobil, sambil ditarik baju saya, terus mereka langsung menyerang pakai sajam."

"Saya kena bacok tiga kali, di jari satu kali, lengan ada dua, itu karena reflek menangkis," ujarnya.

Tidak hanya luka di tanan, Anton juga mengalami luka di leher, serta paha terkena hantaman batang besi.

Saat peristiwa berlangsung, ada sopir truk ekspedisi lainnya. Sopir truk itu tidak berani menolong korban, melainkan merekam aksi perampokan penganiayaan itu menggunakan telepon genggamnya.

Korban menambahkan, para pelaku diperkirakan berusia lebih kurang 25 tahun. Mereka gagal merampok barang berharga di mobil.

Setelah kejadian, Anton langsung melaporkan kasus perampokan tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Kramat Jati.

Menurutnya, dia mendapat pertolongan dari temannya dan membawanya ke RSUD Tarakan.

"Tapi tidak dirawat inap, hanya kena beberapa jahitan di tangan, dan tangan juga masih memar," kata Anton.


 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved