Kasus Brigadir J

Bharada Sadam Dikenakan Sanksi Permintaan Maaf ke Polri dan Diturunkan Pangkat

Sanksi hukum terhadap Bharada Sadam bukan hanya diturunkan pangkat atau demosi selama satu tahun, melainkan juga sanksi permintaan maaf.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Intan Ungaling Dian
Tribun Tangerang/Ramadhan LQ
Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Nurul Azizah. Dia mengatakan, Bharada Sadam dikenakan sanksi permintaan maaf terhadap Polri dan dua pihak lain yang dirugikan. Selain itu, dia juga didemosi. Sanksi terhadap Bharada Sadam karena melanggar aturan Polri. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Sanksi hukum terhadap Bharada Sadam bukan hanya diturunkan pangkat atau demosi selama satu tahun, melainkan juga  sanksi permintaan maaf.

Permintaan maaf Bharada Sadam itu harus ditujukan kepada Polri dan orang-orang yang telah dirugikannya yakni wartawan Detik.com dan CNN.

Keputusan  sanksi terhadap Bharada Sadam itu berdasarkan keputusan sidang komisi kode etik polri (KKEP) yang digelar Senin (12/9/2022).

"Kewajiban pelanggar untuk meminta maaf secara lisan di hadapan sidang KKEP dan atau secara tertulis kepada pimpinan Polri dan pihak yang dirugikan," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Nurul Azizah, Selasa (13/9/2022).

Bharada Sadam dihukum demosi selama setahun lantaran mengintimidasi dua wartawan yang sedang meliput di rumah pribadi Inspektur Jenderal Ferdy Sambo, Jalan Saguling III, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

"Sanksi administratif berupa mutasi bersifat demosi selama 1 tahun," kata Nurul.

Intimidasi yang dilakukan Bharada Sadam berupa menghapus foto dan video jurnalis tersebut.

Akibat perbuatannya menjadi  pemberitaan viral dan membuat reputasi institusi Polri di buruk di masyarakat.

"Telah melakukan pelanggaran kode etik berupa tidak menjaga citra, kredibilitas, dan reputasi serta kehormatan Polri di masyarakatm," kata Nurul.

AKBP Pujiyarto Terima Putusan Sidang Etik Polri, Tidak Akan Ajukan Banding

Baca juga: AKBP Jerry Raymond Siagian Disidang Kode Etik Karena Tak Profesional Tangani 2 Laporan Polisi

Selain itu, telah melakukan intimidasi dan menghapus foto atau video di ponsel dua wartawan Detik.com dan CNN.

Dalam ponsel itu berisi foto rumah pribadi Irjen FS direkam saat meliput berita di rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Saguling 3 Nomor 29, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

Sidang etik itu menunjukkan Bharada Sadam terbukti melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf B dan atau Pasal 5 Ayat 1 huruf C Perpol Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.

"Atas putusan tersebut, pelanggar menyatakan tidak banding," kata Nurul.

Diberitakan sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, dugaan pelanggaran Bharada Sadam masuk dalam kategori sedang.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved