Kasus Brigadir J

Bharada Sadam Dikenakan Sanksi Permintaan Maaf ke Polri dan Diturunkan Pangkat

Sanksi hukum terhadap Bharada Sadam bukan hanya diturunkan pangkat atau demosi selama satu tahun, melainkan juga sanksi permintaan maaf.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Intan Ungaling Dian
Tribun Tangerang/Ramadhan LQ
Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Nurul Azizah. Dia mengatakan, Bharada Sadam dikenakan sanksi permintaan maaf terhadap Polri dan dua pihak lain yang dirugikan. Selain itu, dia juga didemosi. Sanksi terhadap Bharada Sadam karena melanggar aturan Polri. 

Dedi Prasetyo tidak merinci pelanggaran apa yang dilakukan oleh Bharada Sadam, tetapi dipastikan bukan terkait obstruction of justice.

"Sidang kode etik profesi (Bharada Sadam) kategori sedang dan tidak terkait obstruction of justice, nanti hasil sidang akan disampaikan," ujar Dedi, kepada wartawan, Senin (12/9/2022).

Baca juga: AKBP Pujiyarto Jalani Sidang Etik, Dianggap Masuk dalam Kategori Pelanggaran Etik Ringan

Baca juga: AKBP Pujiyarto Jalani Sidang Etik Profesi Polri, Ini Pelanggarannya Terkait Kematian Brigadir J

Bharada Sadam, tutur dia, merupakan salah satu ajudan dari Ferdy Sambo. Dia ditugaskan menjadi sopir jenderal bintang dua itu.

"Ya, betul, driver-nya," kata Dedi.

Sidang etik yang dijalani Bharada Sadam terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Bharada Sadam menjalani sidang mulai pukul 13.00 WIB di Ruang Sidang Divisi Propam Polri, Gedung TNCC, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Perangkat Komisi Kode Etik Polri yang pertama Brigjen Pol Agus Wijayanto, Kombes Pol Rakhmat Pamuji, Kombes Pol Satius Ginting, Kombes Pol Pitra Andreas Ratulangi, dan Kombes Pol Armaini," ujar Nurul.

"Sedangkan untuk pelaksana sidang KKEP yang pertama adalah Kombes Pol Rakhmat Pamuji, Kombes Pol Satius Ginting, dan Kombes Pol Pitra Ratulangi," ujarnya lagi.

Sebanyak tiga saksi dihadirkan dalam sidang etik terhadap Bharada Sadam, yakni Ipda DD, Brigadir FF, dan Briptu FD.

Nurul menambahkan, Bharada Sadam diduga tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.

Namun, dia tidak menjelaskan lebih lanjut bentuk ketidakprofesionalan yang dilakukan Bharada Sadam.

Dia hanya mengatakan, dugaan pelanggaran Bharada Sadam tak ada kaitannya dengan upaya menghalangi penyidikan atau obstruction of justice.

"Wujud perbuatan yaitu ketidakprofesionalan didalam melaksanakan tugas," kata Nurul.

"Kedua, orang tersebut tidak tersangkut dengan obstruction of justice," sambungnya.

Bharada Sadam masuk dalam 24 personel yang dimutasi ke Pelayanan Markas (Yanma) Polri perihal kasus pembunuhan Brigadir J.

Bharada Sadam bertugas di Ton 3 KI Markas Yon D Resimen I Paspelopor Korbrimbob Polri.

Mutasi itu tertuang dalam surat telegram rahasia bernomor ST /1751/ VIII/ KEP./2022 tertanggal 23 Agustus 2022. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved