Kasus Brigadir J

Brigadir FF Tidak Dipecat, Dikenakan Sanksi Pelanggaran Etika dan Mutasi 2 Tahun

Selain sanksi pelanggaran etika, Brigadir FF dikenakan sanksi administratif, yakni mutasi yang bersifat demosi selama dua tahun.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Ign Agung Nugroho
Tribun Tangerang/Ramadhan LQ
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Nurul Azizah. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terhadap Brigadir Frillyan Fitri Rosadi alias Brigadir FF telah rampung, Selasa (13/9/2022).

Adapun hasil dari sidang putusan tersebut dibacakan oleh Anggota Sidang KKEP, Kombes Rachmat Pamudji.

 

 

Hasilnya, Brigadir FF dikenakan dua sanksi.

Pertama, ia dikenakan sanksi pelanggaran etika lantaran telah melakukan perbuatan tercela.

"Terduga pelanggar wajib meminta maaf secara lisan di hadapan sidang Komisi Kode Etik Polri dan secara tertulis ke pimpinan Polri," kata Rachmat melalui siaran TV Polri, Selasa malam.

Kedua, Brigadir FF dikenakan sanksi administratif, yakni mutasi yang bersifat demosi selama dua tahun.

"Sanksi administratif, yaitu mutasi bersifat demosi selama dua tahun," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, sidang etik terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J kembali digelar, Selasa (13/9/2022).

Adapun sidang pada hari ini dilakukan terhadap terduga pelanggar Brigadir Frillyan Fitri Rosadi alias FF.

"Agenda sidang hari ini, yaitu sidang KKEP terduga pelanggar Brigadir FF," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Nurul Azizah, kepada wartawan, Selasa.

Nurul mengatakan, sidang dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB di Ruang Sidang Divisi Propam Polri, Gedung TNCC, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Brigadir FF disidang etik karena telah melakukan ketidakprofesionalan dalam melaksanakan tugas sebagai anggota Polri.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved