Lifestyle

Indonesia Kekurangan Dokter Gigi

Kurangnya jumlah dokter gigi di Indonesia juga menjadi salah satu penyebab rendahnya pemeriksaan gigi di masyarakat

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Lilis Setyaningsih
pixabay
Indonesia masih kekurangan dokter gigi 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Selain karena kesadaran yang minim,  kurangnya jumlah dokter gigi di Indonesia juga menjadi salah satu penyebab rendahnya pemeriksaan gigi di masyarakat.

Saat ini, jumlah dokter gigi yang ada di Indonesia sekitar 34.000 dokter.

Jumlah itu masih sangat kurang untuk mencakup 270 juta penduduk di Indonesia.

Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) drg. Usman Sumantri  saat konferensi pers memperingati Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN) 2022 sekaligus peresmian Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2022: Pulih Bersama dengan Senyum Sehat Indonesia di Plaza Utara, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Senin (12/9/2022).

Ia melanjutkan, persoalan lain yakni ketersediaan dokter yang tidak merata. Data Kementerian Kesehatan pada 2018 secara nasional mencatat, hanya 42,46 persen puskesmas dari total 9.825 puskesmas yang memiliki dokter gigi cukup.

Namun, 13,18 persen puskesmas memiliki jumlah dokter gigi melebihi standar dan 44,36 persen puskesmas kekurangan dokter gigi.

Adapun provinsi dengan persentase tertinggi puskesmas yang cukup dan berlebih jumlah dokter gigi yaitu DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Sementara persentase tertinggi puskesmas yang kekurangan dokter gigi adalah Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Baca juga: 94,7 Persen Penduduk Indonesia Masih Asal-Asalan Menyikat Gigi, Begini Cara yang Benar

Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) Rahardyan Parnaadji mengatakan, jumlah lulusan dokter gigi di Indonesia pada 2021 sebanyak 4.217 dokter gigi.

Namun, tidak semua lulusan langsung berpraktik sebagai dokter gigi.

Sejumlah upaya pun dilakukan untuk mengatasi persoalan kurangnya sumber daya dokter gigi di Indonesia.

Program magang dan afirmasi mahasiswa fakultas dokter gigi

Setidaknya ada dua upaya yang dilakukan, yakni menerapkan program pemagangan (internship) dan afirmasi bagi mahasiswa fakultas dokter gigi.

Pemagangan akan berlaku selama enam bulan dengan tiga bulan praktik di rumah sakit dan tiga bulan praktik di puskesmas. Dokter gigi yang melakukan pemagangan akan dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved