Judi Online

Ada Aliran dana Rp155,4 triliun terkait kasus judi online di Indonesia, Diduga Libatkan Oknum Polisi

Polri buka suara terkait aliran dana judi online ke oknum anggota Polisi yang ditemukan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Lilis Setyaningsih
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Polri buka suara terkait aliran dana judi online ke oknum anggota Polisi yang ditemukan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo menyebut, pihaknya tengah berkoordinasi dengan PPATK perihal temuan itu.

"Sekali lagi saya sudah sampaikan, saya sudah komunikasi kan dengan Dir Siber maupun Pak Kaba mekanisme untuk pelaporan PPATK dan Bareskrim sudah diatur," katanya, kepada wartawan pada Kamis (15/9/2022).

Dedi mengatakan bahwa PPATK tak hanya menyebut insitusi Polri saja yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Bukan hanya menyebut institusi polisi aja, tetapi PPATK menyebut masyarakat. Nanti, PPATK dengan bukti digital yang dimiliki, dilaporkan kepada penyidik," ujar dia.

Lebih lanjut, ia menuturkan apabila oknum anggota Polisi itu terbukti terlibat, maka penindakan tegas bakal dilakukan.

"Penyidik tentunya akan menindaklanjuti apabila memang bukti-buktinya sudah sangat kuat," kata Dedi.

Baca juga: Sidang Banding Pemecatan Ferdy Sambo Disetujui Kapolri Bakal Digelar Pekan Depan

Diberitakan sebelumnya, PPATK menemukan aliran dana mencurigakan sebesar Rp155,4 triliun terkait kasus judi online di Indonesia. 

Ketua PPATK, Ivan Yustiavandana menyebutkan, pihaknya sudah mengantongi nama yang terlibat dalam rekening tersebut.

Kendati demikian, Ivan tidak merinci secara detail.

"Pihak-pihaknya bervariasi, kita lakukan analisis sedemikian dalam dan Insya Allah akan ditindaklanjuti oleh penegak hukum. Pembekukan transaksi tidak pernah kami declare kecuali di ruangan ini," kata Ivan dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR, Selasa (13/9/2022).

Baca juga: Pedagang Es di Desa Pintu Madiun Diangkut Polisi, Diduga Sosok Hacker Bjorka yang Asli

Ivan melanjutkan, jumlah transaksi yang bersumber judi online sebanyak 121 juta transaksi.

"Total transaksi yang sudah dibekukan oleh PPATK itu pada 2022 saja itu ada 312 rekening. Itu isinya Rp836 miliar," kata Ivan. (m31)
 
 
 
 


Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved