Kasus Brigadir J

Sidang Banding Pemecatan Ferdy Sambo Disetujui Kapolri Bakal Digelar Pekan Depan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah menyetujui sidang banding KKEP Irjen Ferdy Sambo yang akan digelar pekan depan.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Intan Ungaling Dian
Tribun Tangerang/Ramadhan LQ
Ilustrasi Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo. Dia mengatakan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah menyetujui sidang banding KKEP Irjen Ferdy Sambo. Sidang banding akan dilakukan pada pekan mendatang. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Sidang banding Komisi Kode Etik Polri  Inspektur Jenderal Ferdy Sambo akan digelar pekan depan.

Rencana sidang banding pemecatan Ferdy Sambo itu dikemukakan Kepala Divisi Polri Irjen Dedi Prasetyo yang sudah disetujui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Menurut Dedi Prasetyo, Kapolri setuju sidang komisi banding pemecatan Ferdy Sambo terkait kasus pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Pengajuan sidang banding diajukan Ferdy Sambo karena keberatan atas hasil putusan sidang KKEP yang memecat atau pemberhentikan dengan tidak hormat (PDTH) dan memberikan sanksi administratif.

"Komisi banding saat ini sudah disahkan oleh Bapak Kapolri," kata Dedi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (15/9/2022).

"Dan direncanakan oleh timsus, untuk pelaksanaan sidang banding itu nanti akan dilaksanakan minggu depan terkait pernyataan banding yang dilakukan oleh Irjen FS," ujarnya.

Dedi mengatakan bahwa sidang banding Ferdy Sambo akan dipimpin oleh jenderal bintang tiga.

Namun, dia belum dapat menjelaskan secara detail kapan sidang tersebut akan digelar.

Menurut dia, waktu detail terkait sidang etik Ferdy Sambo akan diinformasikan lebih lanjut.

"Ya, minggu depan, nanti jadwalnya akan kami sampaikan kepada rekan-rekan. Apabila sudah dapat informasi yang pasti, ini masih disusun dulu," kata dia.

"Nanti update-nya nanti akan saya sampaikan kepada rekan-rekan," kata Dedi Prasetyo.

Baca juga: Brigadir FF Tidak Dipecat, Dikenakan Sanksi Pelanggaran Etika dan Mutasi 2 Tahun

Baca juga: AKBP Pujiyarto Terima Putusan Sidang Etik Polri, Tidak Akan Ajukan Banding

Sanksi demosi

Sementara itu, sidang KKEP terhadap mantan Banum Urtu Roprovos Divpropam Polri, Briptu Firman Dwi Ariyanto, menjatuhkan vonis sanksi demosi 1 tahun.

"Sanksi administratif yaitu sanksi bersifat demosi selama satu tahun," kata Juru Bicara Divisi Humas Polri Kombes Ade Yahya, kepada wartawan, Kamis (15/9/2022).

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved