Kasus Brigadir J

Sidang Banding Pemecatan Ferdy Sambo Disetujui Kapolri Bakal Digelar Pekan Depan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah menyetujui sidang banding KKEP Irjen Ferdy Sambo yang akan digelar pekan depan.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Intan Ungaling Dian
Tribun Tangerang/Ramadhan LQ
Ilustrasi Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo. Dia mengatakan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah menyetujui sidang banding KKEP Irjen Ferdy Sambo. Sidang banding akan dilakukan pada pekan mendatang. 

Selain disanksi demosi, Briptu Firman dijatuhi sanksi permintaan maaf secara lisan di hadapan tim komisi sidang etik ditujukan kepada Polri dan pihak yang dirugikan.

Yahya menjelaskan, Briptu Firman terbukti melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf b dan atau Pasal 5 Ayat 1 huruf c Peraturan Kepolisian RI Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan  KKEP.

"Atas putusan tersebut, pelanggar tidak menyatakan banding," ujar Yahya.

Sebelumnya diberitakan Briptu Firman Dwi Ariyanto telah dimutasi sebagai BA Yanma Polri terkait penyelidikan kasus pembunuhan Brigadir J. 

Yahya mengatakan, sidang etik terhadap Briptu Firman digelar di ruang sidang Divisi Propam Polri, Gedung TNCC, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pukul 13.00 WIB.

Pejabat pelaksana sidang KKEP yakni Kombes Rachmat Pamudji selaku Ketua Komisi, Kombes Satyus Ginting selaku wakil ketua komisi.

Serta Kombes Pitra Ratulangi dan Kombes Arnaini selaku anggota. Selain itu, menghadirkan 4 saksi dalam sidang etik antara lain Brigadir Frillyan Fitri Rosadi alias Brigadir FF dan Bharada Sadam alias Bharada S.

Baca juga: AKBP Jerry Raymond Siagian Disidang Kode Etik Karena Tak Profesional Tangani 2 Laporan Polisi

Baca juga: AKBP Pujiyarto Jalani Sidang Etik, Dianggap Masuk dalam Kategori Pelanggaran Etik Ringan

Brigadir FF dan Bharada S sebelumnya telah menjalani sidang etik.

"Saksi-saksi yang akan dilakukan pemeriksaan dalam sidang tersebut yaitu sebanyak 4 orang. Kompol SMD, Ipda DDC, Brigadir FF, dan Bharada S," tutur Yahya.

Dia menambahkan, dugaan pelanggaran terhadap Briptu Firman karena tidak profesional dalam menjalankan tugas.

Namun, tidak dijelaskan secara detail pelanggaran apa yang dilakukan Briptu Firman.

"Wujud perbuatannya ketidakprofesionalannya dalam melaksanakan tugas. Jadi nanti bisa diupdate untuk informasi berikutnya," ujar Yahya.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, Briptu Firman turut melakukan intimidasi dan menghapus foto serta video milik dua jurnalis yang tengah meliput di sekitar rumah Ferdy Sambo.

Briptu Firman melakukannya bersama Brigadir Frillyan Fitri Rosadi dan Bharada Sadam yang telah lebih dulu menjalani sidang etik.

Briptu Firman merupakan salah satu dari 24 personel yang dimutasi ke Yanma Polri buntut kasus pembunuhan Brigadir J.

Mutasi tersebut tertuang dalam surat telegram rahasia dengan nomor ST/1751/VIII/KEP./2022 tertanggal 23 Agustus 2022. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved