Kasus Brigadir J

Dugaan Brigadir J Dijerat oleh Pelaku, Ahli Forensik dr Hastry Ungkap Penyebab Luka di Leher Korban

Dugaan Brigadir J mengalami penyiksaan sebelum tewas, sempat mencuat ke permukaan. Ahli forensik Kombes dr Sumy Hastry pun memberi penjelasan

Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
Tribun Jateng
Ahli forensik Kombes dr Sumy Hastry Purwanti 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Dugaan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J mengalami penyiksaan sebelum tewas, sempat mencuat ke permukaan.

Pihak keluarga yang menyatakan melihat bekas luka pada jenazah Yosua di antaranya luka di leher. Hal ini memunculkan dugaan ada pelaku yang menjerat leher Yosua. "Ada luka semacam lilitan di leher artinya ada dugaan bahwa almarhum Brigadir Yosua ini dijerat," kata kuasa hukum keluarga Brigadir Yosua, Kamarudin Simanjuntak di Jakarta, 20 Juli 2022.

Berita terbaru, ahli forensik Kombes dr Sumy Hastry Purwanti menjawab semua teka-teki tersebut.

Dokter Hastry mengungkap berdasarkan hasil autopsi yang pertama dan kedua.

Menurutnya, di tubuh Brigadir J hanya ada luka bekas tembakan.

"Tidak ada luka lain selain luka tembak," kata dr Hastry di kanal Youtube Vivacoid, Sabtu (17/9/2022).

Hastry menyatakan, luka-luka pada jenazah yang diungkap Kamaruddin Simanjuntak adalah luka saat proses autopsi.

"Karena ada tindakan mengambil peluru di dalam tubuh, tindakan untuk memasukkan selang formalin, karena jenazah mau dibawa ke luar pulau harus diawetkan, itu aja,” tegasnya.

Hastry menjelaskan, luka akibat kekerasan atau penganiayaan, meninggalkan jejak yang khas yang berbeda dari tilas proses autopsi.

"Saya bisa menilai luka-luka itu. Kalau memang ada, bisa tampak, misalnya ada kekerasan, bekas ikatan, bekas pukulan, bekas ditekan misalnya, pasti ada,” tuturnya.

Jika ada kekerasan dari benda tumpul atau benda tajam lainnya, kata dia, pasti akan dengan mudah diketahui.

"Dan kita meyakinkan waktu itu memang hanya ada luka tembak, tidak ada luka-luka kekerasan sama sekali yang diduga proses penganiayaan kata masyarakat,” bebernya.

Kemudian jika ada luka perlawanan, maka akan bisa terlihat.

"Itu kelihatan, dan enggak ada juga,” lanjutnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved