Pilpres 2024

Hasto: Kalau SBY Turun Gunung, PDIP Bakal Naik Gunung

PDIP menanggapi pernyataan SBY bakal turun gunung di pemilu 2024. PDIP menganggap SBY sudah lama tidak naik gunung.

Penulis: Valentino Verry | Editor: Ign Prayoga
Twitter@PDI_Perjuangan
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan dirinya akan turun gunung karena ada tanda-tanda kecurangan pada Pemilu 2024 maupun Pilpres 2024.

"Mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilu 2024 mendatang? Saya mendengar, mengetahui, bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil," kata SBY dikutip dari dokumentasi Rapimnas Partai Demokrat, Jumat (16/9/2022).

Menanggapi pernyataan SBY, Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan pihaknya mempersilakan SBY turun gunung.

"Setahu saya beliau tidak pernah lagi naik gunung, jadi turun gunungnya Pak SBY sudah lama dan berulang kali, monggo turun gunung," kata Hasto, Sabtu (17/9/2022), dikutip dari Kompas.com.

Hasto menambahkan, bila turun gunung yang dimaksud adalah melempar tudingan terhadap pemerintahan Jokowi, maka PDIP siap merespons apapun tuduhan SBY kepada Jokowi.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyapa kader Partai Demokrat saat Kongres V, Maret 2020.
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyapa kader Partai Demokrat saat Kongres V, Maret 2020. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

"Kalau turun gunungnya itu mau menyebarkan fitnah kepada Pak Jokowi, maka PDIP akan naik gunung agar bisa melihat dengan jelas apa yang akan dilakukan oleh Pak SBY," imbuh Hasto.

"Sebab informasi yang diterima Pak SBY sangat tidak tepat, jadi hati-hati kalau mau ganggu Pak Jokowi," sambungnya.

Hasto juga meminta SBY tak menuding ada kecurangan di Pemilu 2024, lantaran putra SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak bisa diusung jadi calon presiden karena tak memenuhi syarat minimal perolehan suara.

"Bisa tidaknya Demokrat mencalonkan AHY dalam pilpres jangan dijadikan indikator dan tuduhan adanya skenario pemerintahan Pak Jokowi untuk berbuat jahat dalam Pemilu," tutur Hasto.

Siap Maju Capres 2024, Anies Baswedan Tunggu Pinangan Parpol

Dalam rapat pimpinan nasional (rapimnas) Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pekan lalu, SBY mengatakan dirinya akan turun gunung karena adanya tanda-tanda pemilu tidak jujur.

Menurut SBY, ada yang menginginkan pilpres 2024 hanya diikuti pasangan calon presiden-calon wakil presiden tertentu.

"Konon, akan diatur dalam pemilihan presiden nanti yang hanya diinginkan oleh mereka dua pasangan capres dan cawapres saja yang dikehendaki oleh mereka," ujarnya.

SBY juga mengatakan, dirinya mendapat informasi bahwa Partai Demokrat sebagai oposisi akan diganjal untuk mengusung capres.

"Informasinya Demokrat sebagai oposisi jangan harap bisa mengajukan capres-cawapresnya sendiri bersama koalisi tentunya. Jahat bukan? Menginjak hak-hak rakyat bukan?" tanya SBY kepada ribuan kader Demokrat.

Menurut SBY, mereka yang berencana seperti itu adalah pihak-pihak yang memiliki pikiran batil.

"Pikiran seperti itu batil. Itu bukan hak mereka. Pemilu adalah hak rakyat. Hak untuk memilih dan hak untuk dipilih, yang berdaulat juga rakyat," ungkap SBY.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar Safari Ramadan di Masjid Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (5/4/2022).
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar Safari Ramadan di Masjid Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (5/4/2022). (TribunTangerang.com/Junianto Hamonangan)

Lebih lanjut, SBY menjelaskan selama 10 tahun Partai Demokrat berkuasa tak pernah melakukan kebatilan.

"Ingat, selama 10 tahun dulu kita di pemerintahan dua kali menyelenggarakan pemilu dan pilpres, Demokrat tidak pernah melakukan kebatilan seperti itu," imbuhnya.

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved