Polisi Tembak Polisi

IPW Identifikasi Jet Pribadi yang Digunakan Bawa Jenazah Brigadir J Milik Bos Judi, Minta Diusut

IPW Identifikasi Jenis Jet Pribadi yang Diduga Digunakan Brigjen Hendra Kurniawan, Minta Diusut

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Lilis Setyaningsih

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Eks Karopaminal Divisi Propam Polri, Brigjen Hendra Kurniawan disebut terbang ke Jambi menggunakan pesawat jet pribadi untuk menemui keluarga Brigadir J.

Jasad Brigadir J dipulangkan ke rumah orangtuanya di Muaro Bungo, Jambi usai insiden penembakan di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022.

Hendra menemui keluarga Brigadir J bersama dengan Kombes Pol Agus Nurpatria, Kombes Pol Susanto, AKP Rifazal Samual Bripd Fernanda, Briptu Sigit, Briptu Putu dan Briptu Mika.

Dugaan penggunaan jet pribadi Brigjen Hendra saat terbang ke Jambi tersebut diungkapkan oleh Indonesia Police Watch (IPW).

Ketua IPW Sugeng Santoso menduga, jet pribadi itu milik salah satu bos judi online inisial RBT alias Bong alias Robert Prianto Binosusatya dan Yoga Susilo.

Kedua orang tersebut diduga tergabung dalam kelompok judi online bernama konsorsium 303.

"IPW mencium aroma amis keterlibatan RBT dan Yoga Susilo dalam kasus Sambo dan Konsorsium 303 lantaran muncul dalam struktur organisasi Kaisar Sambo dan Konsorsium 303, sebagai bos konsorsium judi wilayah Jakarta," ujar Sugeng, melalui keterangan tertulis pada Selasa (20/9/2022).

"Keduanya tercatat IPW adalah Ketua Konsorsium Judi Online Indonesia yang bermarkas di Jalan Gunawarman, Jakarta Selatan, yang hanya berjarak 200 meter dari Mabes Polri," lanjut dia.

Baca juga: Kamaruddin Simanjuntak Sebut Ferdy Sambo Terus Menciptakan obstruction of justice dan Alibi Palsu

Berdasrkan hasil identifikasi IPW, tutur Sugeng, jenis private jet yang dipakai Brigjen Hendra dan lainnya saat terbang ke Jambi pada tanggal 11 Juli 2022, yaitu tipe Jet T7-JAB.

"Private jet T7-JAB diketahui sering dipakai oleh  mantan narapidana kasus korupsi dan Yoga Susilo, dalam penerbangan bisnis Jakarta-Bali," katanya.

Lebih lanjut, Sugeng menuturkan tidak ada alasan bagi tim khusus (Timsus) bentukan Kapolri tidak memproses hukum judi online kelompok Konsorsium 303 dengan transaksi sebesar Rp155 triliun yang sudah dijejaki PPATK.

Termasuk memeriksa RBT dan Yoga Susilo dalam kedudukannya sebagai terduga tokoh bandar judi besar online.

Baca juga: Ada Aliran dana Rp155,4 triliun terkait kasus judi online di Indonesia, Diduga Libatkan Oknum Polisi

"Utamanya, saat Polri melakukan bersih-bersih di internalnya, aliran dana dari judi online yang masuk ke anggota-anggota Polri harus dibongkar secara terang benderang," kata Sugeng.

"Sekaligus, membongkar peran Irjen Ferdy Sambo saat menjadi Kasatgassus Merah Putih serta penerimaan gratifikasi fasilitas penggunaan pesawat privat jet oleh Brigjen Pol Hendra Kurniawan dan kawan-kawan yang adalah tindak pidana Korupsi. Karenanya KPK juga harus memeriksa terkait gratifikasi pesawat jet," lanjutnya. (m31) 


 
 
 


Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved