Kasus Brigadir J

Sidang Etik Brigjen Hendra Kurniawan Diundur Pekan Depan Gara-gara Saksi Kunci Sakit

Brigjen Hendra Kurniawan menjadi tersangka perintangan penyidikan atau obstruction of justice kasus pembunuhan Brigadir J.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Intan Ungaling Dian
Istimewa
Brigjen Pol Hendra Kurniawan bersama sang istri, Seali Sah. Sidang Komisi Kode Etik Polri terhadap Hendra Kurniawan ditunda menjadi pekan depan karena saksi kunci masih sakit. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -  Sidang Komisi Kode Etik dan Profesi Polri (KKEP) terhadap mantan Karo Paminal Polri, Brigjen Hendra Kurniawan harus diundur.

Alasan sidang etik Brigjen Hendra Kurniaan diundur karena saksi kunci sakit.

Sidang kode etik itu sejatinya digelar pekan ini seusai Brigjen Hendra Kurniawan menjadi tersangka perintangan penyidikan atau obstruction of justice kasus pembunuhan Brigadir J.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, sidang etik terhadap Brigjen Hendra rencananya akan digelar pekan depan karena saksi kunci dalam kondisi sakit.

"Jadi informasi yang saya dapat dari Biro Wabprof untuk Brigjen HK itu nanti akan dilaksanakan minggu depan karena saksi kuncinya memang dalam kondisi sakit," kata Dedi kepada wartawan, Rabu (21/9/2022).

"Tentunya kita harus menunggu dulu sampai dengan kondisi yang bersangkutan sehat. Karena salah satu persyaratan untuk bisa dihadirkan dalam sidang kode etik, saksi harus dalam kondisi sehat," ujarnya.

Dia mengatakan, saksi kunci dalam sidang etik Brigjen Hendra Kurniawan yakni AKBP AR.

Namun, AKBP AR masih dalam proses penyembuhan, sidang etik diperkirakan baru digelar pekan depan.

"AKBP AR sakit lah, proses penyembuhannya cukup panjang ya karena sakitnya agak parah," ujar Dedi.

Baca juga: Brigjen Hendra Kurniawan Dinonaktifkan, Jabatan Karo Paminal Diemban Brigjen Anggoro Sukartono

Baca juga: Buntut Kasus Penembakan, Kapolres Jaksel dan Brigjen Hendra Kurniawan Dinonaktifkan

Diwartakan sebelumnya, mantan Karo Paminal Brigjen Hendra Kurniawan bakal disidang kode etik dan profesi Polri (KKEP), pekan depan.

Brigjen Hendra bakal menjalani sidang etik seusai menjadi tersangka perintangan penyidikan atau obstruction of justice kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

"Info dari Propam insyaAllah minggu depan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (13/9/2022).

Namun, kata Dedi, pihaknya belum mengetahui detail jadwal sidang etik personel Polri buntut kasus Brigadir Yosua. Dia meminta masyarakat bersabar.

"Sambil nunggu update lagi," ujarnya.

Kasus obstruction of justice penyidikan perkara kematian Brigadir Yosua, Polri telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka.

Mereka adalah Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto, dan AKP Irfan Widyanto.

Mereka diduga melanggar Pasal 49 Juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 Ayat (1) Juncto Pasal 32 Ayat (1) UU ITE dan/atau Pasal 221 ayat (1) ke 2 dan 233 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP.

Ferdy Sambo sebagai aktor utama pembunuhan Brigadir J menyusun rekayasa skenario untuk menutupi aksinya, memerintahkan menghilangkan barang bukti, hingga menghalangi penyidikan.

Ferdy Sambo memerintahkan ajudannya, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu, menembak Brigadir J. Eksekusi dilakukan di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022) .

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved