Unjuk Rasa

Buruh Long March dari Puncak Bogor ke Patung Arjunawijaya Gambir Unjuk Rasa Kenaikan BBM

Buruh unjuk rasa kenaikan harga bahan bakar minyak di sekitar Patung Arjunawijaya, Gambir, Kamis (22/9/2022).

Tribun Tangerang/Alfian Firmansyah
Buruh melakukan aksi unjuk rasa di sekitar Patung Arjunawijaya, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (22/9/2022). Mereka sebelumnya melakukan aksi long march dari Puncak, Bogor, Jawa Barat, menuju Patung Arjunawijaya untuk berunjuk rasa. Salah satu tuntutan buruh menolak kenaikan BBM. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Buruh unjuk rasa kenaikan harga bahan bakar minyak di sekitar Patung Arjunawijaya, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (22/9/2022).

Buruh yang tergabung dalam Aliansi 1001 Serikat Buruh Bersatu   ini sebelumnya melakukan aksi long march dari Puncak, Kabupaten Bogor hingga Patung Arjunawijaya.

Aksi jalan kaki dilakukan sejak Selasa (20/9/2022) sampai Patung Arjunawijaya pukul 17.00 WIB, Kamis (22/9/2022).

Pantauan Tribuntangerang.com sekitar pukul 17.45 WIB, ratusan buruh memadati sekitar patung kuda tersebut.

Buruh unjuk rasa kenaikan BBM.

"Semua susah, gara-gara Jokowi," ucap orator di mobil komando.

Koordinator Nasional Aliansi 1001 Serikat Buruh Bersatu, Ajat Sudrajat mengatakan, kegiatan long march bukan yang pertama, aksi ini jilid kedua. 

"Karena yang pertama, kami lakukan aksi di depan gedung sate Kota Bandung, pada 6 Agustus 2022,  dan  berakhir di Gedung DPR RI 10 Agustus 2022," ujar Ajat di sekitar Patung Arjunawijaya.

Baca juga: Unjuk Rasa Pengemudi Online Memanas, Intimidasi Ojek Online yang Sedang Bekerja Membawa Barang

Baca juga: Nelly Bawa Tiga Anaknya Dukung Suami Lakukan Aksi Unjuk Rasa di depan Gedung DPR RI

Dia mengatakan, dalam aksi long march ada sejumlah buruh yang jatuh sakit. 

" Beberapa teman kami yang perempuan, alami kram kaki, tapi kami bisa antisipasi, karena, kami sediakan dua mobil ambulans," tutur Ajat. 

Ajat menambahkan, aksi yang dilakukan di Jakarta itu untuk mengajukan 4 tuntutan.

Pertama, tolak kenaikan dan batalkan harga BBM. Kedua, stabilisasi harga kenaikan harga bahan pokok, karena sudah tidak wajar kenaikannya. 

Ketiga, cabut Undang-undang Omnibus law tanpa syarat dengan mengeluarkan peraturan perundangan atau klaster ketenagakerjaan dikeluarkan. 

"Keempat, kami meminta untuk menghentikan revisi RUU KUHP, yang sedang digodok di DPR RI karena tidak memperdulikan serikat buruh dan masyarakat,"ujar Ajat. 


 
 
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved