Kriminal

2 Warga Kota Tangsel Oplos Tabung Gas Subsidi ke Tabung Gas 12 Kg Dibekuk Polisi

Dua warga Kota Tangerang Selatan oplos tabung gas subsidi 3 kilogram ke  tabung gas 12 kilogram diamankan polisi, di Pamulang Timur.

Tribun Tangerang/Rafzanjani Simanjorang
Kapolres Tangsel AKBP Sarly Sollu (tengah) menunjukkan tabung gas yang isinya telah dioplos dua pelaku di Jalan Akasia, Pamulang Timur, Kota Tangerang Selatan, Selasa (27/9/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Dua warga Kota Tangerang Selatan oplos tabung gas subsidi 3 kilogram ke  tabung gas 12 kilogram diamankan polisi.

Mereka melakukan aksi oplos gas di salah satu pangkalan elpiji 3 Kg di Jalan Akasia, Pamulang Timur, Kota Tangerang Selatan.

Kedua pelaku yakni MS (50) dan S (30) telah beraksi sebulan terakhir ini.

Kapolres Tangsel AKBP Sarly Sollu mengatakan, kasus oplos tabung gas elpiji tersebut berawal dari laporan warga.

Kemudian, Polsek Pamulang melakukan observasi wilayah yang diduga menjadi tempat penyuntikan gas elpiji, Senin (26/9/2022).

Lalu, polisi melakukan proses penyelidikan dan penggeledahan.

Baca juga: Konversi Tabung Gas 3 Kg ke Kompor Listrik, Pemkot Tangsel Minta PLN Sosialisasi Dulu ke Masyarakat

Baca juga: Polisi Sebut Kebocoran Selang Regulator Tabung Gas Jadi Pemicu Kebakaran Rumah di Pamulang

Petugas menangkap basah saat mereka sedang melakukan proses pemindahan isi tabung gas menggunakan pipa regulator yang telah dimodifikasi.

"Barang bukti tabung gas 12 kilogram sebanyal 34 tabung, dan 36 tabung gas yang tiga kilogram," kata Sarly Sollu, di Pamulang Timur, Selasa (27/9/2022).

"Pelaku memindahkan tabung gas dari tiga kilo ke 12 kilo dengan menggunakan regulator yang sudah dimodifikasi, dengan menggunakan es di mulut atau di tabung pengisian,"

"Sehingga dengan leluasa pelaku memindahkan (isi) tabung dari tiga kilo ke 12 kilo," ujarnya lagi.

Selain barang bukti berupa tabung gas, polisi mengamankan barang bukti lain yakni 20 unit pipa regulator dan 34 unit plastik segel.

Cara pemindahan gas diotaki pelaku MS. Sementara S bertindak atas suruhan MS. Kini kedua pelaku akan diproses lebih lanjut.

Baca juga: Cegah Kebakaran Saat Mudik, Cabut Semua Saklar dan Selang Tabung Gas

Sarly Sollu menjelaskan, keduanya melanggar pasal 55 UU No 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi diubah berdasarkan pasal 40 UU No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Ancaman pidana terhadap kedua pelaku hukuman penjara enam tahun.

Kemudian 62 jo pasal 8 huruf b dan c UU No. 08 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana 5 ( lima ) tahun.

Atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar, dan 32 ayat (2) UU Nomor 02 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal dengan ancaman pidana enam bulan. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved