Pungli

Soleh Solihun Jadi Korban Pungli di Samsat Polda Metro, Unggahannya Jadi Viral

omika Soleh Solihun jadi korban pungli saat melakukan mengurus perpanjangan STNK di Samsat Polda Metro Jaya

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Ign Prayoga
TribunTangerang.com/Arie Puji Waluyo
Komika Soleh Solihun. Mengurus perpanjangan masa berlaku STNK di Polda Metro Jaya, Soleh Solihun jadi korban pungli, Selasa (27/9/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Komika Soleh Solihun jadi korban pungutan liar alias pungli saat mengurus perpanjangan masa berlaku surat tanda nomor kendaraan (STNK) di Samsat Jakarta Selatan yang berlokasi di Polda Metro Jaya.

Soleh Solihun dipungli Rp 30.000 oleh pegawai cek fisik berinisial AS. Cek fisik adalah proses mengecek nomor rangka dan nomor mesin kendaraan menggunakan pensil dan kertas khusus.

Kanit Samsat Jakarta Selatan, AKP Mulyono mengatakan, oknum petugas Samsat yang meminta uang Rp 30.000 kepada komika Soleh Solihun telah dipecat.

"Sudah saya berhentikan, yang bersangkutan tidak lagi menggesek. Kemarin sore (Selasa) saya pulangkan," ujarnya, Kamis (29/9/2022).

AS bukan anggota Polri. Dia pekerja harian yang bertugas masuk ke kolong-kolong kendaraan ataupun bagian lain kendaraan untuk menggesek nomor rangka dan nomor mesin.

"Di Samsat tidak ada pungutan," kata dia.

Mulyono mengatakan, perbuatan AS itu dilakukan atas inisiatif sendiri.

"Murni dari oknum sendiri, saya temukan langsung kemarin orang ini bukan polisi. Ini karyawan bantuan. Dia tugasnya gesek," kata Mulyono.

As berniat mengembalikan uang Rp 30.000 yang dia minta dari Soleh Solihun. Namun Soleh Solihun menolaknya.

Mulyono menegaskan pihaknya tidak akan menoleransi tindakan pungli di Samsat Polda Metro Jaya.

"Kita sudah komitmen dari awal tidak ada pungli sesuai perintah pimpinan saat cek fisik di Polda. Saya beri pengarahan anggota tidak ada pungutan," kata dia.

Selain itu, pihaknya telah memasang banner di lokasi cek fisik Samsat yang bertuliskan cek fisik gratis.

"Sudah saya pasang banner tidak ada pungutan, wajib pajak tidak perlu lama-lama dipercepat, keluhan nomor aduan ada," tutur Mulyono.

"Persoalan sudah clear, saya tegaskan perintah dari pimpinan tidak ada pungutan," lanjutnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved