Tragedi Kanjuruhan

Pemain Arema FC Akan Terima Pendampingan Psikologis Usai Tragedi Kanjuruhan

Ali Rifki  tidak menampik bahwa sebagian besar pemain Arema FC mengalami shock.

SuryaMalang.com/Purwanto
Sejumlah orang membopong korban kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Pemain Arema FC dipastikan akan menerima pendampingan psikologis usai peristiwa tragis di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Peristiwa yang kini dikenal dengan Tragedi Kanjuruhan itu memang menyisakan duka serta trauma bagi seluruh keluarga besar Arema FC.

Pemberian dukungan psikologis itu dikatakan oleh Manajer Arema FC, Ali Rifki saat ditemui di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat usai rapat evaluasi oleh Kemenpora dan stakeholder terkait.

Ali Rifki mengatakan, saat ini manajemen Arema FC juga masih fokus menangani keluarga korban.

Setelah semua tuntas, tim besutan Javier Roca tersebut akan dikumpulkan untuk melakukan pembicaraan secara intens.

 

 

"Nanti setelah kami (manajemen Arema FC) menangani keluarga korban. Kami akan mengumpulkan seluruh tim dan akan kami tanyakan satu per satu," kata Ali Rifki. 

"Akan kami bantu apabila terjadi apa-apa dengan mental mereka," sambungnya. 

Ali Rifki  tidak menampik bahwa sebagian besar anggota skuad Arema FC mengalami shock.

Evan Dimas dkk menyaksikan secara langsung insiden tragis usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam pekan ke-11 Liga 1 202202023, Sabtu (1/10/2022).

Tragedi itu mengakibatkan 131 jiwa meninggal dunia dan ratusan orang mengalami luka-luka.

"Tim hari ini, kemarin, saya video call, beberapa tetap berusaha untuk menjaga kondisi, mental," kata Ali Rifki.

 

Baca juga: Korban Tragedi Kanjuruhan Total Ada 678 Orang, Meninggal 131 dan Korban Luka 547 Orang

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved