Tragedi Kanjuruhan

Polri Sebut Ratusan Korban Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan bukan Karena Gas Air Mata

Ratusan korban meninggal dunia dalam Tragedi Kanjuruhan bukan karena gas air mata.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Ign Agung Nugroho
Istimewa
Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada pekan ke-11 helatan Liga 1 2022/2023 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam berakhir dengan kericuhan yang menewaskan 131 orang. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Polri mengklaim ratusan korban meninggal dunia dalam Tragedi Kanjuruhan bukan karena gas air mata.

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa ratusan korban tewas tersebut akibat berdesak-desakan.

Hingga pada akhirnya korban juga terinjak-injak saat mencoba keluar ketika terjadi kerusuhan di dalam Stadion Kanjuruhan.

 

 

"Penyebab kematian adalah kekurangan oksigen, karena apa? terjadi berdesak-desakan, terinjak-injak, bertumpuk-tumpukan," ujarnya, Senin (10/10/2022).

 

Baca juga: Usai Berhasil Lobi FIFA, Netizen Minta Erick Thohir Gantikan Iwan Bule Jadi Ketua Umum PSSI

 

"(Hal itu) mengakibatkan kekurangan oksigen di pada pintu 13, pintu 11, pintu 14, dan pintu 3. Ini yang jadi korban cukup banyak," lanjut Dedi.

Panitia penyelenggara, kata dia, diduga tidak mematuhi aturan keselamatan dan keamanan yang diatur oleh federasi sepakbola dunia, FIFA.

 

Baca juga: Korban Tragedi Kanjuruhan Total Ada 678 Orang, Meninggal 131 dan Korban Luka 547 Orang

 

Dedi menuturkan bahwa panitia penyelenggara seharusnya mengatur standar evakuasi apabila sesuatu terjadi.

Adapun batas waktu keluar dari dalam stadion tidak boleh lebih dari 10 menit.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved