Kasus Perceraian

Bupati Purwakarta Ambu Anne Yakin 1000 Persen dengan Gugatan Cerainya pada Dedi Mulyadi

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika alias Ambu Anne mengaku yakin atas gugatan cerai kepada suaminya Dedi Mulyadi.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ign Agung Nugroho
Tribun Tangerang/Muhammad Azzam
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika alias Ambu Anne saat menghadiri sidang kedua gugatan cerainya pada Dedy Mulyadi di Pengadilan Agama Purwakarta pada Rabu (19/10/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, PURWARTA - Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengaku yakin atas gugatan cerai kepada suaminya Dedi Mulyadi.

Bahkan, perempuan biasa disapa Ambu Anne itu yakin 1000 persen atas gugatan cerainya kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia tersebut.

Hal itu disampaikannya pada sidang kedua gugatan cerai di Pengadian Agama Purwakarta dengan agenda mediasi pada Rabu (19/10/2022).

Pada agenda mediasi hari ini, Dedi Mulyadi kembali tidak hadir dan hanya ada kuasa hukumnya.

"Majelis hakim menyampaikan bahwa mediasi ini wajib hukumnya sebuah proses perkara, suka tidak suka mau tidak mau bahkan saya bicara ke majelis hakim bahwa saya menerima karena ini suatu yang harus dilakukan pada proses di jalankan. Tetapi dari pribadi 1000 persen langkah saya dalam melayangkan gugatan cerai ini, Insya allah (sudah bulat)," kata Ambu Anne usai jalani persidangan pada Rabu (19/10/2022).

 

 

Ambu menjelaskan, karena tidak hadirnya kembali tergugat (Dedi Mulyadi), Maka mediasi diagendakan kembali pada 27 Oktober 2022.

Soal mediasi yang kembali diagendakan ulang karena ketidakhadiran Dedi Mulyadi, Ambu Anne menegaskan itu keputusan majelis hakim karena sesuai aturan.

"Soal mediasi ini karena ini proses yang harus diikuti, karena tahapan yang harus diikuti oleh pasangan yang lakukan gugatan," katanya.

 

Baca juga: Sidang Kedua Gugatan Cerai Bupati Purwakarta Ambu Anne, Dedi Mulyadi Kembali Tidak Hadir

 

Meskipun Ambu Anne telah yakin atas keputusannya tersebut, dia menunggu komitmen Dedi Mulyadi agar hadir dalam agenda mediasi. 

"Hakim mediator agendakan tanggal 27 Oktober 2022, kita tunggu komitmen dari pihak tergugat, kalau ada itikad baik untuk mempertahankan ya harusnya datanglah, jangan seperti sengaja menunda gini, karena alasan pekerjaan," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved