Polisi Tembak Polisi

Dit Siber Sebut CCTV Komplek Polri dekat Rumah Ferdy Sambo Telah Kosong saat Masuk Puslabfor

Dit Siber Sebut CCTV Komplek Polri Kosong saat Masuk Puslabfor dalam Persidangan Obstruction Of Juctice

Penulis: Nurmahadi | Editor: Lilis Setyaningsih
Tribun Tangerang/Nurmahadi
Dit Siber Sebut CCTV Komplek Polri Kosong saat Masuk Puslabfor dalam Persidangan Obstruction Of Juctice 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Dalam sidang kasus obstruction of justice terkait pembunuhan berencana Brigadir J, seorang anggota polisi yang bertugas di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri bernama Aditya Cahya dihadirkan sebagai saksi. 

Kali ini, terdakwa yang menjalani sidang adalah Irfan Widyanto.

Diketahui, Aditya kala itu mendapat perintah untuk memeriksa barang bukti terkait kematian Yosua. 

Dalam hal ini, dia membantu penyidik untuk melakukan pemeriksaan CCTV di Puslabfor Polri.

Aditya mengatakan data CCTV yang diperiksanya dalam keadaan kosong.

Ia juga mengaku CCTV itu tak dapat diakses.

"Di mana kami terima info bahwa CCTV yang diperiksa Puslabfor Bareskrim, kosong yang mulia. Datanya tidak ada dan tidak bisa diakses," kata Aditya dalam persidangan, Rabu (26/10/2022).

Karena hal itu Aditya langsung melakukan penyelidikan, ia mengaku saat itu berkomunikasi langsung dengan Marjuki

Marjuki adalah petugas keamanan Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Pos tempat dia berjaga tidak jauh dari rumah dinas Ferdy Sambo.

Baca juga: Video rekaman CCTV yang Perlihatkan Brigadir J masih hidup, Ferdy Sambo Perintahkan Hapus

Baca juga: TGIPF Periksa 32 CCTV di Stadion Kanjuruhan, Mahfud MD: Proses Jatuh Korban Mengerikan

Marjuki memberikan informasi bahwa masih terdapat kardus CCTV yang tertinggal di pos satpam. 

Kemudian, Aditya mengkonfirmasi Kompol Herry selaku pemeriksa CCTV di Puslabfor Polri untuk mencocokkan antara kardus dan CCTV tersebut.

"Dari situ awal mula kami bisa identifikasi bahwa yang diserahkan ke Puslabfor dengan yang diambil di Pos satpam adalah DVR yang sama," ucap Aditya.

Atas temuannya, Aditya melapor ke pimpinan dan membuat laporan polisi guna melakukan penyelidikan.

"Setelah diputuskan membuat laporan terkait hilangnya barang bukti atau dokumen elektronik milik publik di Komplek Polri Duren Tiga," ujarnya. (m41)
 

 

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved