Breaking News:

Kasus Brigadir J

Ibunda Brigadir J Minta Hendra Kurniawan Tunjukkan CCTV Rumah Ferdy Sambo saat ke Jambi

Ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak mengaku bahwa Brigjen Hendra Kurniawan pernah mendatangi rumahnya di Jambi, pada 11 Agustus 2022.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Intan Ungaling Dian
Tribun Tangerang/Ramadhan LQ
Rosti Simanjuntak- ibunda Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, saat menjadi saksi atas kasus kematian Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (2/11/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak mengaku bahwa Brigjen Hendra Kurniawan pernah mendatangi rumahnya di Jambi, pada 11 Agustus 2022 lalu.

Kedatangan Hendra Kurniawan ke Jambi itu untui meminta orangtua Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat datang ke Jakarta.

Permintaan itu dilakukan beberapa jam seusai jasad Brigadir J yang menjadi korban kasus polisi tembak polisi dimakamkan.

Hal itu dikemukakan Rosti Simanjuntak di sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (2/11/2022).

Menurut Rosti Simanjuntak, dia memohon berkali-kali meminta bukti CCTV di rumah Ferdy Sambo kepada rombongan Hendra Kurniawan.

"Pak Hendra bersama rombongan lainnya yang berpakaian sipil atau penyidik dari Bareskrim, mereka menyuruh kami untuk mengetahui bukti itu (kamera CCTV) harus datang ke Jakarta," ujar Rosti di ruang sidang, Rabu siang.

"Sedangkan di sana saya sebagai ibu yang sudah begitu hancur hati, memohon berulang kali kepada mereka, buktikan barang bukti yang sah."

"Jangan cuma omongan atau kasarnya asbun saya bilang. Karena saking kesalnya saya."

"Anak saya sudah dibunuh begitu sadisnya tanpa ada pemberitahuan dari atasannya atau semua rombongan yang ada di rumah Pak Ferdy Sambo," kata dia.

Dia mengatakan, pernah mencoba menghubungi orang-orang di rumah Ferdy Sambo tersebut melalui sambungan telepon, namun diblokir.

Rosti Simanjuntak juga minta Hendra Kurniawan tak banyak bicara, melainkan tunjukkan bukti kejadian di rumah Ferdy Sambo.

"Karena kami pernah menghubungi mereka, langsung nomor kami diblokir yang ada di rumah itu. Jadi saya sebagai ibu yang kehilangan anak memang saya langsung marah, kamu seorang Jenderal nggak usah banyak bicara."

"Karena saya yang melahirkan anakku, saya yang mendidik anakku dan saya yang membesarkan anakku dan saya tahu dengan karakter anakku," kata dia.

"Kalau memang anakku meninggal di rumah atasannya, seharusnya sebagai penegak hukum akan menginformasikan kepada kami, memberitahukan kepada kami bahwa itu adalah anak buahnya saya bilang."

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved