Ibu Kota Nusantara

Sebanyak 15-20 Juta Pohon Ditanam, Wujudkan Ibu Kota Nusantara sebagai Green City

Sebanyak 15 juta hingga 20 juta pohon itu ditanam di Desa Mentawir, Penajem Paser Utara, Kalimantan Timur yang nantinya masuk ke dalam kawasan IKN. 

Penulis: Desy Selviany | Editor: Lilis Setyaningsih
istimewa
Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyarankan kriteria pemilihan koridor kereta gantung di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Berbeda dengan kota modern pada umumnya, kota modern yang akan menjadi calon Ibu Kota baru Indonesia yakni Ibu Kota Nusantara atau IKN akan ditumbuhi 15 juta pohon. 

Sebanyak 15 juta hingga 20 juta pohon itu ditanam di Desa Mentawir, Penajem Paser Utara, Kalimantan Timur yang nantinya masuk ke dalam kawasan IKN. 

Suasana Persemaian Modern Mentawir dibagikan akun twitter Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

Pada video yang dibagikan terlihat tanaman hujan tropik dibangun di lingkungan seluas 24,36 hektar. 

Sebanyak 15 juta pohon akan diproduksi pertahunnya.

Ada 25 jenis tanaman yang diproduksi pada IKN. 

Disebutkan Persemaian Modern yang dibangun di Desa Mentawir, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur ini ditargetkan untuk menopang penghijauan di kawasan IKN.

“Persemaian Modern yang dibangun di Desa Mentawir, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur ini ditargetkan untuk menopang penghijauan di kawasan IKN lho,” jelas unggahan tersebut Rabu (2/11/2022). 

Saat ini Persemaian Mentawir masih belum dapat dikunjungi karena masih dalam tahap pembangunan.

Baca juga: Rencana Kereta Gantung di IKN, Panjang Jalur 4,1 kilometer Layani Empat Stasiun

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga sudah dua kali mengunjungi persemaian modern di IKN ini. Pertama pada 22 Maret 2022 kemudian kedua 25 Oktober 2022. 

Dikutip dari situsi KLHK Jokowi menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengawali pembangunan Ibu Kota Nusantara dengan merehabilitasi hutan yang ada.

"Inilah yang sudah sering saya sampaikan bahwa pembangunan IKN akan kita awali dengan merehabilitasi hutan-hutan yang ada, agar area-area di IKN dan sekitarnya kembali pada fungsi semula yaitu sebagai hutan tropis dan bukan hutan monokultur yang homogen," ujar Presiden.

Persemaian Mentawir dalam 6 sampai 7 bulan ke depan diharapkan akan dapat memproduksi 15-20 juta bibit pohon yang antara lain terdiri atas kayu nyatoh, meranti, kapur, gaharu, hingga jambu-jambuan. 

Dengan penanaman pohon-pohon tersebut, diharapkan akan menarik satwa dan burung-burung untuk masuk ke habitatnya di IKN.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved