Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

CCTV Kematian Brigadir J saat Diserahkan ke Polres Jakarta Selatan, Tanpa Berita Acara Penyerahan

Irfan Widyanto Disebut Bantu Penyidik Kumpulkan Barang Bukti Rekaman CCTV

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Lilis Setyaningsih
Istimewa
Tim kuasa hukum sebut terdakwa obstruction of justice Irfan Widyanto kena prank Ferdy Sambo. Tim kuasa hukum Irfan Widyanto, Fattah Riphat mengatakan saat pengambilan DVR CCTV di Rumah Dinas Ferdy Sambo kliennya hanya mengetahui perkara saat itu hanyalah tembak-menembak 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- AKP Irfan Widyanto disebut sebenarnya turut membantu penyidik guna mengumpulkan barang bukti rekaman CCTV terkait kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Demikian yang disampaikan eks Kasubnit I Unit I Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Arsyad Daiva Gunawan saat memberikan kesaksian atas terdakwa Irfan dalam kasus dugaan perintangan penyidikan atau obstruction of justice kematian Brigadir Yosua di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (10/11/2022).

"Saya merasa terbantu karena berguna untuk membantu penyidikan kami," ujar Arsyad di muka sidang saat menjawab pertanyaan Majelis Hakim PN Jakarta Selatan.

Tindakan terdakwa Irfan yang mengamankan DVR CCTV dalam kasus kematian Brigadir Yosua, kata dia, sebenarnya tidak salah.

Pasalnya, siapa pun boleh membantu menyerahkan barang bukti.

Adapun Irfan mengambil DVR CCTV pada Sabtu (9/7/2022) atau sehari setelah kematian Brigadir Yosua.

Lalu, DVR CCTV pada keesokan harinya diserahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Arsyad menambahkan, rekaman CCTV itu telah menjadi kewenangan penyidik terhitung sejak CCTV diserahkan pada Minggu (10/7/2022).

Rekaman CCTV yang diambil oleh Irfan selaku mantan Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri disebut berguna guna kepentingan penyidikan.

Baca juga: Ferdy Sambo masih Sempat Perintahkan PHL Divpropam Untuk Membeli Makanan Sebelum Ambil CCTV

Sementara itu, Arsyad mengakui penyidik telah salah karena tidak melengkapi syarat administrasi pasca menerima penyerahan DVR CCTV tersebut.

Namun, hal tersebut dilakukan dalam rangka efisiensi penyidikan.

"Itu salah kami yang mulia (tidak diproses berita acara penyitaan)," ucap Arsyad.

Di sisi lain, anggota Polres Metro Jakarta Selatan Dimas Arki menuturkan bahwa dirinya adalah anggota yang menyerahkan DVR CCTV itu kepada Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.

Padahal, ia saat itu bukanlah penyidik yang berwenang.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved