Rabu, 22 April 2026

Edukasi

KSDKI dan Perdoski Luncurkan Buku Pedoman Injeksi Toksin Botulinum, Ini Tujuannya 

Buku pedoman ini berisi informasi dari pakar estetika dalam memberikan layanan terbaik dan aman pada pasien.

Editor: Ign Agung Nugroho
Istimewa
Peluncuran buku Pedoman injeksi Toksin Botulinum di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang,  Sabtu (19/11/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, KABUPATEN TANGERANG - Kelompok Studi Dermatologi Kosmetik Indonesia (KSDKI) meluncurkan buku Pedoman Injeksi Toksin Botulinum atau botoks pertama di Tanah Air.  

Pedoman tersebut berisi informasi dari pakar estetika dalam memberikan layanan terbaik dan aman pada pasien.

 

 

Ketua KSDKI, dr Lilik Norawari SpKK FINSDV FAADV mengatakan, selama ini belum ada pedoman penatalaksanaan injeksi Toksin Botulinum di Indonesia.

"Oleh karena itu, KSDKI yang merupakan bagian dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) menghimpun pakar pada bidang kosmetik dermatologi dalam membuat pedoman ini,” ujar dr Lilik Norawati dalam siaran pers peluncuran buku Pedoman injeksi Toksin Botulinum di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Sabtu (19/11/2022).

Menurut dia, pedoman tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para praktisi kosmetik dermatologi sehingga dapat mencegah efek samping dan komplikasi pada pasien.

Penyusunan buku pedoman tersebut didukung oleh Merz Aesthetics.

 

Baca juga: Kecantikan Dengan Rahang yang Tirus dan Dagu Lancip Mulai Ditinggalkan

 

Selama ini, praktisi estetika menggunakan pedoman Barat yang sudah ditetapkan dalam penggunaan Toksin Botulinum.

Ketua Perdoski Pusat, Dr dr Yulianto Listiawan SpKK FAADV, mengungkapkan Toksin Botulinum sudah didistribusikan sejak lama di Indonesia.

Akan tetapi belum ada keseragaman atau pedoman terkait penatalaksanaannya.

“Ini merupakan pedoman pertama yang diterbitkan oleh KSDKI dan Perdoski,” ujar Yulianto.

 

Baca juga: Perawatan Laser Pastelle Tawarkan Masalah Pigmentasi yang Bikin Kulit Kusam dan Tak Cerah 

 

Buku pedoman itu diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi para praktisi dalam melakukan pemilihan Toksin Botulinum yang tepat. 

Toksin Botulinum terbukti efektif dalam mengatasi masalah di bidang estetika, yakni penuaan (keriput), dan yang off label seperti hiperhidrosis (keringat berlebih), kulit berminyak, jaringan parut (keloid), dan nyeri pasca herpes (Neuralgia paska herpes).

Yulianto menambahkan, melalui buku itu dapat juga dipelajari teknis-teknis klinis yang disesuaikan dengan tipe anatomi orang Indonesia khususnya, dan orang Asia pada umumnya.

Sehingga dapat menumbuhkan kewaspadaan dan pengetahuan tentang pencegahan komplikasi pada pasien, serta akan meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kepuasan pasien.

Kehadirkan pedoman tersebut didukung oleh para mitra dokter, salah satunya Mers Merz Aesthetics Indonesia.

"Pedoman itu dapat mendorong kepercayaan dan membantu dokter termasuk para pasien agar bisa terlihat lebih baik, merasa lebih baik, dan hidup lebih baik," kata Heidy Sembung, Chief Representative Merz Aesthetics Indonesia. (ign)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved