Harga Tomat Diberbagai Pasar di Kota Tangerang Selatan Tinggi, Disperindag Janji Mengawasi Pedagang

Harga tomat diberbagai pasar di Kota Tangerang Selatan, Banten masih tinggi. Tingginya harga tersebut disebabkan faktor cuaca.

istimewa
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan, Heru Agus Santoso mengatakan, mereka tidak akan melakukan operasi pasar terkait tingginya harga tomat. Akan tetapi, pengawasan di pasar. 

TRIBUNTANGERANG.COM - Harga tomat diberbagai pasar di Kota Tangerang Selatan, Banten masih tinggi. Tingginya harga tersebut disebabkan faktor cuaca.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan, Heru Agus Santoso mengatakan, mereka tidak akan melakukan operasi pasar terkait tingginya harga tomat. Akan tetapi, pengawasan di pasar.

"Kalau untuk komoditi sayur mayur sementara ini kami tidak ada operasi pasar, tapi lebih pada pengawasan distribusinya. Karena komoditi sayur mayur kan mengikuti kondisi cuaca dan iklim jadi agak susah. Kami upayakan tidak terjadi penimpunan, kalau untuk komoditi lain seperti cabai itu bisa kami intervensi kepada distributor atau daerah penghasil," ujar Heru kepada Tribun Tangerang.com, Rabu (23/11/2022).

Baca juga: Eksklusif dari Qatar: Nobar di Fan Zone, Antusias Meski Terpapar Panas

Harga tomat diberbagai pasar di Kota Tangerang Selatan masih tinggi seperti di Pasar Jenkol harga tomat Rp 21.650 per kilogram.

Kemudian di Pasar Ciputat harga tomat Rp 19.350 perkilogram dan Pasar Bintaro-2 harga tomat Rp 20.650 perkilogram.

Selanjutnya di Pasar Cimanggis harga tomat Rp 20.000 per kilogram lalu di Pasar Serpong harga tomat Rp 18.650 perkilogram.

Baca juga: Benyamin Davnie Bikin Program 1 RT 1 Relawan Pemadam Kebakaran di Kota Tangerang Selatan

Lebih lanjut, ia bilang mereka akan memantau ketersediaan pasokan tomat di pasar dan melakukan pengawasan agar tidak ada penimbunan.

"Dan, pengawasan pada margin harga. Apakah teman teman ini mengambil margin untungnya mengambil kesempatan tidak? Kalau keuntungan marginnya masih normal dari biaya dia beli dengan dia jual masih wajar karena permintaan dan penawaran. Kalau lebih berarti kami akan tegur," katanya.

(Raf)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved