Sosok

32 Tahun, Ibu Guru Kembar Mendidik Anak Marjinal Pinggiran Jakarta Melalui Sekolah Darurat Kartini

Sosok Ibu Guru Kembar, Pejuang Pendidikan Anak Marjinal Pinggiran Jakarta Melalui Sekolah Darurat Kartini 

Tribun Tangerang/M. Rifqi Ibnumasy
Sosok Ibu Guru Kembar Rossy dan Rian bersama siswa-siswi Sekolah Darurat Kartini 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Tiga puluh dua tahun bukan waktu yang pendek untuk komitmen mendidik anak-anak marjinal.

Selama waktu itu pula, Rossy dan Rian meluangkan waktu, pikiran, tenaga dan tentu saja materi untuk membangun sekolah darurat Kartini.

Di tengah himpitan jalan tol dan rel kereta api, Sekolah Darurat Kartini berdiri dengan bangunan sederhana di wilayah Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Sekolah bagi anak-anak marjinal ibu kota itu berdiri berkat kerja keras Rossy dan Rian, wanita yang akrab disapa Ibu Guru Kembar.

Dengan menggunakan uang pribadi, Ibu Guru Kembar memberikan sarana belajar bagi anak-anak kolong tol dengan latar belakang ekonomi kalangan bawah.

Menurut Ibu Guru Kembar, Sekolah Darurat Kartini sudah berdiri selama 32 tahun meski tempatnya berpindah-pindah.

"Sudah 32 tahun dan tentunya diperuntukkan untuk anak-anak marjinal dan anak-anak yang tidak mendapatkan kesempatan bersekolah di sekolah negeri," kata Rossy saat perayaan Hari Guru Nasional, Jumat (25/11/2022).

Menurut Ibu Guru Kembar, mengajar anak-anak marjinal tak semudah siswa-siswi pada umumnya. 

Mereka sering berpindah tempat hingga bolos sekolah.

Akibatnya, mereka tak dapat secara maksimal belajar dengan tekun dan konsisten.

Baca juga: Pulang Sekolah, Dua anak SD Dibuntuti dan Dilecehkan Predator Seksual, Polisi Buru Pelaku

Baca juga: Penggunaan Pakaian Adat di Sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel Masih Tunggu Juknis

"Mengapa karena mereka kan berpindah-pindah sekolah di sini 3 bulan terus ibunya mencari kardus barang-barang berkas di Senen, berarti dia tidak sekolah, terus di Bantar Gebang terus keliling jadi anaknya tidak dapat sekolah," sambung Rian.

Rossy dan Rian mengaku memberikan pembiayaan Sekolah Darurat Kartini dari uang pribadi yang mereka miliki dengan niat mencerdaskan masa depan anak-anak marjinal.

"Kita nggak dapat bantuan dari pemerintah kita Mandiri tapi kalau mendapatkan bantuan seperti ini kita senang sekali," ungkapnya.

"Kita punya padi, punya rumah sakit, punya properti yang sekarang sudah kita wariskan kepada anak saya. Tapi anak saya mengasih hasil untuk pengembangan pendidikan ini," sambungnya.

Pada perayaan Hari Guru Nasional ini, Ibu Guru Kembar berharap agar anak-anak marjinal di seluruh Indonesia dapat bersekolah.

Sosok Ibu Guru Kembar Rossy dan Rian bersama siswa-siswi Sekolah Darurat Kartini
Sosok Ibu Guru Kembar Rossy dan Rian bersama siswa-siswi Sekolah Darurat Kartini (Tribun Tangerang/M. Rifqi Ibnumasy)

Menurut Ibu Guru Kembar, sekolah dapat mengubah masa depan anak-anak marjinal menjadi lebih cerah dengan bekal ilmu dan ketangkasan.

"Pesan kami berdua untuk generasi penerus negeri harus tetap sekolah, apalagi untuk anak-anak marjinal," ungkapnya.

"Dengan sekolah mereka akan meraih cita-cita, apalagi bukan cuma ilmu tapi juga keterampilan itu yang dibutuhkan anak-anak pinggiran," pungkasnya. (m38)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved