Pj Gubernur Banten Minta UMK 8 Kabupaten/Kota di Banten di Atas 6,4 Persen, Berikut Penjelasannya

Pj Gubernur Banten, Al Muktabar mengumumkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) Banten 2023. UMP Banten 2023 naik 6,4 persen dibanding tahun lalu

Editor: Jefri Susetio
istimewa
Pj Gubernur Banten, Al Muktabar sudah mengumumkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) Banten 2023. UMP Banten 2023 naik 6,4 persen dibandingkan UMP tahun lalu 

TRIBUNTANGERANG.COM - Pj Gubernur Banten, Al Muktabar sudah mengumumkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) Banten 2023.

UMP Banten 2023 naik 6,4 persen dibandingkan UMP tahun lalu. Jadi, besaran UMP Banten berkisar Rp 2,661.280,11.

"Kenaikan UMK sebesar 6,4 persen karena bukan lagi merupakan yang dikecualikan, bahwa itu sudah di publish dan UMP adalah bagian dari upaya untuk membuat rerata atau safety net kita. Jadi, Kabupaten Kota tidak boleh lebih rendah dari itu (6,4 persen)," kata Al Muktabar kepada wartawan di gedung DPRD Banten, Selasa (29/11/2022).

Baca juga: Disnaker Lebak Usul Kenaikan UMK Rp 171.075 Atawa 6,168 Persen: Formulannya Dari Permenaker

Penetapan itu tertuang dalam surat keputusan Gubernur Banten Nomor 561/Kep.305-Huk/2022 yang dicap dan ditangani pada 28 November 2022.

Al Muktabar mengingatkan delapan pemerintah kabupaten dan kota se- Banten agar mengusulkan kenaikan besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2023 tidak boleh kurang dari 6,4 persen.

Dikatakan Al Muktabar, UMP Banten Tahun 2023 yang naik 6,4 persen menjadi dasar Kabupaten/Kota dalam menentukan besaran kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota yang dapat disepakati.

Saat ini, kata Al Muktabar, Pemprov Banten masih menunggu usulan dari masing-masing kabupaten/kota yang sedang dibahas oleh dewan pengupahan.

Nantinya, usulan itu akan diputuskan melalui surat keputusan gubernur paling lambat 7 Desember 2022.

"Nah dalam rangka itu nanti setelah kesepakatan disana maka dimajukan ke gubernur untuk ditetapkan sebagai UMK Kabupaten Kota. Kita sedang menunggu prosesnya sekarang bagaimana bupati wali kota memformulasikan dengan stakeholder-nya," ujar Al Muktabar.

Baca juga: UMK Solo Diumumkan Paling Lambat Rabu 7 Desember 2022, Gibran: Tunggu Dulu

Dijelaskan mantan Sekda Provinsi Banten itu, UMP yang telah ditetapkan naik 6,4 persen itu sebagai pedoman agar bupati dan wali kota memutuskan kenaikan UMK 2023 lebih tinggi kenaikannya.

"UMP itu bantalan dari desain kebijakan dalam rangka pengaturan UMK itu, formulanya itu, kalau kurang tidak boleh di bawah 6,4 persen," jelas dia.

Disnaker Kabupaten Tangerang Terima Usulan UMK 2023 Naik 7,48 Persen

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang menerima usulan kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2023 naik sebesar 7,48 persen.

Dengan demikian UMK Kabupaten Tangerang berdasarkan usulan naik sebesar Rp 316.000 dari 4.230.792 menjadi Rp 4.547.255.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved