Polisi Tembak Polisi

Kuasa hukum keluarga Brigadir J Duga Keharmonisan Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo Hanya Rekayasa

Kuasa hukum keluarga Brigadir J Minta Hakim Selidiki Wanita yang Menangis di Rumah Ferdy Sambo, diduga kemesraan di sidang hanya rekayasa

Penulis: Nurmahadi | Editor: Lilis Setyaningsih
Akun YouTube Tvonenews
Pengacara keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak duga kemesraan yang kerap diperlihatkan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi adalah rekayasa 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Martin Lukas sebut Majelis Hakim harus mencari tahu soal sosok wanita misterius berseragam coklat yang menangis di rumah Ferdy Sambo.

Karena hal itu, Martin menduga keharmonisan Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo hanyalah sebuah rekayasa.

Martin juga mengatakan, Majelis Hakim dirasa perlu menggali soal keharmonisan di persidangan apakah itu hanyalah rekayasa atau sebuah fakta.

Seperti diketahui, saat persidangan kerap Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi memamerkan kemesranya dengan mencium tangan, hingga berpelukan.

"Di depan persidangan harmonis itu kan kita bisa duga itu rekayasa. Makanya saya bilang hakim perlu menggali keharmonisan di dalam tanda petik di persidangan itu apakah rekayasa atau fakta," kata Martin, Kamis (1/12/2022).

Selain itu, Martin juga mengatakan, wanita mesiterius itu juga ada kaitannya dengan motif pembunuhan Brigadir J

"Nah ini informasi yang kita dengar dari Brigadir J kepada kakaknya, berarti bener dong hubunganya enggak harmonis dong. Kalau hubungan ga harmonis, segala suatu motif bisa terjadi, nanti kita gali kalo kita dapet petunjuk lagi," ujarnya.

Baca juga: Bharada E Berdoa di dalam Toilet Sebelum Tembak Brigadir J, agar Ferdy Sambo Berubah Pikiran

Baca juga: Dihantui Mimpi Bertemu Yosua dan Merasa Bersalah, Dorong Bharada E Ceritakan Kejadian Sebenarnya

Terlepas dari itu semua lanjut Martin, yang pasti pembunuhan Brigadir J sudah direncanakan sejak masih di Magelang.

Hal tersebut dibuktikan dengan pernyataan Baharada E, soal niatan Ricky Rizal yang ingin menabrakan mobil saat perjalanan dari Magelang ke Jakarta.

"Apa yang saya sampaikan terbukti, apa yang disampaikan Richard mengatakan bahwa RR ingin menabrkan mobil dari Magelang ke Jakarta. Sedangkan, ?agelang ke Jakarta terjadi antara pukul 10-15.30, berarti sudah ada perencanaan itu," kata Martin.

Ia juga menyampaikan, niatan untuk menabrakan mobil bukanlah keinginan RR sendiri, melainkan ada yang menyuruhnya. Pasalnya kata Martin, ia tidak mungkin menabrakan mobil Ferdy Sambo seharga milyaran rupiah.

"RR berani memang menabrakan mobil bosnya yang berharga milyaran atas keinginan sendiri? Ga mungkin. Maka cari lah puzzlenya, siapa yang merintah, mungkin ada hubungnya yang terjadi di Saguling dan orangnya itu itu juga," ucap Martin. (m41)
 

 

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved