Wawancara Eksklusif

Bandara Soekarno-Hatta Tersibuk di Asia, 6 Juta Orang Keluar dan Masuk Bandara Setiap Tahunya

Muhammad Tito Andrianto mengatakan, dari Januari sampai November ada 6 juta orang keluar dan masuk Bandara Soekarno-Hatta

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Jefri Susetio
WARTAKOTALIVE.COM/TRIBUNTANGERANG.COM/ Yulianto
Kepala Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta, Muhammad Tito Andrianto, saat dikunjungi Warta Kota-Tribun Network di Kantor Imigrasi Soetta, Tangerang, Banten, Senin (5/12/2022). Warta Kota/YULIANTO 

TRIBUNTANGERANG.COM - Kepala Kantor Imigrasi Kelas-1 Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Soekarno-Hatta, Muhammad Tito Andrianto mengatakan, dari Januari sampai November 2022, ada 6 juta orang yang keluar dan masuk Bandara Soekarno-Hatta

Selain itu, ia menyebutkan Bandara Soekarno-Hatta mulai normal setelah pandemi Covid-19 melanda. Sehingga aktivitas pelayanan sudah kembali normal.

Berikut rangkuman wawancara eksklusif Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network-Pemimpin Redaksi Warta Kota, Domu D Ambarita bersama Muhammad Tito Andrianto pada Senin (5/12/2022).

Baca juga: Ngurus Paspor Pulang Ngantor, Berikut Ragam Inovasi Pelayanan Paspor Imigrasi Bandara Soetta

Tribun : Terima kasih Pak Tito, saya lanjut bahwa berdasarkan data dari Flightsfrom.com, pada bulan Oktober bahwa jumlah penerbangan Soekarno-Hatta itu nomot 8 tersibuk di dunia. Dan, Official Airline Guite pada September 2022 kemarin, Bandara Soekarno-Hatta tersibuk nomor 1 di Asia. Berapa volume penerbangan kita sekarang rata-rata?

Tito: Total jumlah pelintasan selama 11 bulan di terminal kedatangan atau yang masuk wilayah Indonesia mencapai 3.141.021 perlintasan. Yaitu terdiri dari 2.195.550 WNI dan 950.471 WNA. Sedangkan keberangkatan mencapai 3.556.000 pelintasan yang terdiri 2.401.890 WNI dan 898.656 WNA.

Tribun : Berarti yang pergi maupun yang datang jumlahnya 6 juta lebih ya, 6.400.000. Dari 6 juta itu biasanya yang berurusan dengan imigrasi rata-rata perhari itu berapa Pak kira-kira?

Tito : Ya, mereka pasti melewati pemeriksaan imigrasi, semua baik WNI ataupun WAN yang akan keluar negeri harus dan wajib melewati tempat pemeriksaan imigrasi.


Tribun : Jadi jumlah 6 juta itu wajib ya ?

Tito : Ya wajib, karena datang memberikan izin masuk dan keluar kita kasih izin keluar karena bertolak.

Tribun : Dari 6 juta itu yang paling banyak masuk ke Indonesia dari negara mana saja?

Tito : Dari Asean yang paling banyak

Tribun : Oh. Ada dari Malaysia, dari Singapura. Pak, kita tahu bahwa di bandara ini banyak pemeriksaan dan selalu pemeriksaan untuk 6 juta itu, apakah ditemukan pelanggaran-pelanggaran baik WNA maupun WNI?

Tito : Untuk WNA, kalau yang bersangkutan tidak masuk daftar cekal dan paspornya masih berlaku rata-rata tidak ada masalah. Kecuali dia ada cekal dilakukan penundaan keberangkatan, itu ya paling kita langsung berkordinasi dengan instansi bersangkutan yang meminta untuk dilakukan penundaan keberangkatan.

Dan untuk yang WNA yang bermasalah itu ya yang baru-baru ini yang sering terjadi itu karena situasi Pandemi Covid-19 sudah agak berkurang. Sehingga banyak yang masuk. Ada juga yang mencoba coba memalsukan dengan surat visa, terus ada juga yang putus di persidangan pemalsuan paspor.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved