Natal dan Tahun Baru
Penumpang Kapal Padati Pelabuhan Muara Angke sejak Pukul 06.00
Meski pembelian tiket kapal dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi Jaket Boat, banyak pengunjung yang rela antre membelinya secara langsung
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Lilis Setyaningsih
TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Kepulauan Seribu jadi salah satu tujuan favorit untuk mengisi liburan.
Apalagi saat ini tiket untuk menuju ke pulau-pulau di Kepulauan Seribu lebih terjangkau dan yang pasti lebih aman.
Ratusan penumpang mulai memadati Pelabuhan Muara Angke di wilayah Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (21/12/2022).
Lonjakan penumpang tersebut berbarengan dengan libur sekolah di wilayah DKI Jakarta yang berlangsung pada 19-31 Desember 2022.
Pantauan Warta Kota, pengunjung mulai memenuhi area pelabuhan sejak pukul 06.00 WIB.
Bahkan di ruang tunggu, calon penumpang terlihat berjibun menunggu jadwal pemberangkatan kapal yang akan mereka naiki menuju sejumlah wilayah di Kepulauan Seribu.
Dari Pelabuhan Muara Angke, pengunjung dapat menaiki kapal Speed Boat milik Dinas Perhubungan DKI Jakarta mampun kapal tradisional milik warga Kepulauan Seribu.
Meski pembelian tiket kapal dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi Jaket Boat, banyak pengunjung yang rela antre membelinya secara langsung di pelabuhan.
Seorang penumpang kapal, Rassya Anjani (18) mengaku hendak pergi ke Pulau Pramuka untuk menikmati waktu libur sekolah bersama keluarga.
Baca juga: Gereja Katedral Jakarta akan Tampung 2.200 Jemaat, Simak Jadwal dan Ketentuan Misa Natalnya
"Beli tiketnya Melalui aplikasi Jaket Boat, kalau harga tergantung tujuan sih kalau Pulau Pramuka harganya Rp 28 ribu," kata Anjani.
Menurut Anjani, suasana ramai di Pelabuhan Muara Angke ini karena berbarengan dengan hari libur sekolah.
"Kalau rame kayak gini sih biasanya karena libur sekolah ya atau Kalau weekend juga biasanya ramai," ungkapnya.
Selain itu, Wiwin (33) mengaku sudah mengantre untuk membeli tiket kapal menuju Pulau Pari, Kepulauan Seribu sejak pukul 05.00 WIB.
"Fasilitas sekarang sudah ada Ruang tunggunya dulu kan kecil banget sekarang lumayan besar," kata Wiwin saat ditemui di lokasi.
"Kayaknya masih banyak yang kurang dah cuma memang lebih bagus dari sebelumnya. Kalau sebelumnya itu masih becek-becek cuma sekotak areanya," sambungnya.
Baca juga: Kisah Maryadi, Nelayan Tradisional Muara Angke yang Sukses Sekolahkan Anak Hingga Sarjana
Wiwin mengaku sudah sering menggunakan transportasi jalur laut untuk pulang pergi dari Kepulauan Seribu menuju Jakarta.
"Saya pakai kapal Dishub harganya Rp 25 ribu, kalau kapal tradisional kan Rp 75 ribu," pungkasnya. (m38)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Penumpang-menuju-kapal.jpg)