Mahasiswa FSMR Selenggarakan Pameran Fotografi Cetak Tua
Mahasiswa FSMR, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta angkatan 2021 kembali menggelar pameran Fotografi Cetak Tua di Pendhapa Art Space.
Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
TRIBUNTANGERANG.COM, YOGYAKARTA - Mahasiswa Program Studi (Prodi) Fotografi, Fakultas Seni Media Rekam (FSMR), Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta angkatan 2021 kembali menggelar pameran Fotografi Cetak Tua di Pendhapa Art Space di Yogyakarta hingga 4 Januari 2023.
Pendhapa Art Space (PAS) adalah sebuah masterpiece berupa ruang seni yang didirikan oleh Dunadi (pematung) di Yogyakarta.
PAS menyediakan fasilitas untuk penyelenggaraan kegiatan seni dan budaya bagi para seniman dan masyarakat.
Pameran bertajuk Alternative Photographic Process (Aphic) Week #3 "Eksplorasa” ini merupakan pameran capaian akhir Mata Kuliah Fotografi Cetak Tua yang diajarkan di Prodi Fotografi, FSMR, ISI Yogyakarta.
Sebagai informasi, Aphic Week adalah sebuah tema besar yang diinisiasi oleh para mahasiswa Prodi Fotografi angkatan 2018 dan digelar pertama kali pada tahun 2019 dengan tajuk Aphic Week #1 di Jogja National Museum (JNM).
Sedangkan Aphic Week #2 "Sudah Ingat" dihelat di Taman Budaya Yogyakarta pada tahun 2022.
Pameran fotografi cetak tua sesungguhnya sudah dilaksanakan sejak beberapa tahun silam sebagai upaya untuk menyuguhkan hasil pembelajaran dan eksperimentasi artistic di bidang fotografi serta mendiseminasikan teknik cetak abad ke 19 ini kepada masyarakat.
Prodi Fotografi, FSMR, ISI Yogyakarta sebagai satu-satunya institusi pendidikan tinggi seni yang mengajarkan teknik fotografi cetak tua berusaha untuk menjaga komitmen menyebarkan teknologi awal fotografi ini kepada masyarakat agar pemahaman terhadap praktik fotografi menjadi semakin lengkap.
Dekan FSMR, Dr Irwandi M.Sn yang juga pengampu utama mata kuliah ini menyatakan bahwa pembelajaran fotografi cetak ini bukan melulu tentang perkara teknis penciptaan karya. Lebih dari itu di dalamnya juga disematkan mengenai sejarah dan perkembangan fotografi.
Bahkan dengan pendekatan Project Based Learning (PBL), para mahasiswa yang mengikuti kuliah ini secara langsung akan terlatih untuk mengembangkan soft skill mengenai manajemen tim, kepemimpinan, public speaking, serta negosiasi sebagai bekal untuk berkonstribusi di dunia industri dan di masyarakat.
"Berbagai hal tersebut menjadi aspek penting yang terus diupayakan untuk diajarkan kepada mahasiswa oleh institusi pendidikan tinggi agar nantinya menjadi lulusan yang memiliki kemampuan komplit," kata Irwandi dalam keterangan tertulis.
Pada Aphic Week #3 Eksplorasa, para mahasiswa menghadirkan berbagai karya fotografi yang dibuat dengan beragam teknik cetak tua seperti cyanotype, vandyke brown print, dan gum bichromate.
Co-curator yang juga pengampu mata kuliah Fotografi Cetak Tua menegaskan jika beberapa teknik cetak tua ini merupakan teknik-teknik yang selalu diajarkan kepada para mahasiswa.
Karakter dari karya yang dihasilkan dari penerapan teknik-teknik tersebut berbeda satu dengan lainnya, misalnya cyanotype yang memiliki karakter tampilan warna biru dan vandyke yang memiliki karakter warna cokelat.
Oleh karenanya nantinya para pengunjung dapat menyaksikan ragam karya cetak tua yang artistic dengan karakter yang khas yang masing-masing teknik yang digunakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/pameran-foto-ISI.jpg)