Pelecehan Seksual

Ketua KPU Enggan Komentari Soal Laporan Hasnaeni Moein ke Polisi Terkait Pelecehan Seksual

Ketua KPU Hasyim Asy'ari enggan menanggapi laporan Ketua Umum Partai Republik Satu Hasnaeni Moein alias "Wanita Emas" atas pelecehan seksual

Tribun Tangerang/Alfian Firmansyah
Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari dipolisikan 'wanita emas' Hasnaeni Moein terkait pelecehan seksual 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari enggan menanggapi adanya Ketua Umum Partai Republik Satu Hasnaeni Moein alias "Wanita Emas", yang melaporkannya ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelecehan seksual.

"Kita tidak tanggapi deh ya yang ini," ujar Hasyim saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/1/2023).

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pelecehan seksual.

Pihak yang melaporkan Hasyim adalah Ketua Partai Republik Satu, Hasnaeni Moein alias Wanita Emas.

Laporan tersebut dibuat melalui kuasa hukum Hasnaeni, Ihsan Perima Negara pada Senin (16/1/2023) lalu.

"Benar (ada laporan dari Hasnaeni lewat kuasa hukumnya)," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, Rabu (18/1/2023).

Namun, ia belum dapat menjelaskan lebih lanjut terkait laporan itu.

Di sisi lain, Ihsan mengatakan, pihaknya melaporkan Hasyim atas dugaan pelecehan seksual dalam Pasal 6 UU RI Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

"Kami telah melaporkan Hasyim Asy'ari ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelecehan seksual kepada klien kami (Hasnaeni)," kata dia.

Baca juga: Ketua KPU Kota Tangsel Tegaskan Meski Memiliki e-voting, Namun Belum akan Digunakan di Pemilu 2024

Laporan diterima dengan nomor LP/B/286/I/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 16 Januari 2023.

Dalam laporan itu, pihak pelapor atas nama Ihsan Perima Negara, sedangkan terlapor Hasyim Asy'ari.

Beberapa barang bukti turut disertakan dalam laporan ini, yakni video, tangkapan layar percakapan di WhatsApp, dan foto.

Ihsan mengatakan, dugaan pelecehan itu terjadi pada 13 Agustus hingga 3 September 2022 di tiga lokasi berbeda.

Yang pertama di Kantor KPU RI, lalu di Kantor DPP Partai Republik Satu, dan di Hotel Borobudur.

Hasnaeni dijanjikan partainya bakal lolos verifikasi dan akan membantu membesarkan partai itu.

"Klien kami berkenalan dengan terlapor di Kantor KPU RI sejak 13 Agustus 2022. Di sana mulai terjadi pelecehan seksual," kata Ihsan.

Baca juga: Ketua KPU: Kampanye SARA Salah dan Tidak Boleh Dilakukan

Tak hanya laporan pelecehan seksual, pihaknya juga akan melaporkan dugaan pengancaman atas beredarnya video permintaan maaf.

"Klien kami diancam dan diintimidasi oleh saudara Hasyim Asy'ari," imbuh Ihsan. Alfian Firmansyah (m32)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved