Selasa, 21 April 2026

Surya Paloh Berniat Bertemu Jokowi, Tunggu Presiden Punya Waktu Luang

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengaku berniat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Editor: Ign Prayoga
Tribun Tangerang/Indri Fahra Febrina
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berencana bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Rencana ini mengemuka setelah Surya Paloh tidak diundang dalam pertemuan di Istana Presiden, baru-baru ini.

Pertemuan tersebut dihadiri ketua umum partai-partai pendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. 

Paloh menyatakan, dirinya akan menunggu hingga Jokowi punya waktu luang dan tidak sibuk dengan agenda kepresidenan.

"Nanti kita lihat waktunya, waktu Pak Jokowi kosong," kata Surya Paloh usah bertemu dengan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan di Wisma Nusantara, Jakarta, Jumat (5/5/2023).

Paloh menyebut berencana menemui Jokowi beberapa waktu mendatang. Ia akan memohon kesediaan waktu Jokowi untuk pertemuan itu.

"Nanti saya telepon, coba," ucapnya.

Surya Paloh tak diundang ke Istana oleh Presiden Jokowi pada Selasa (2/5/2023) lalu.

Jokowi hanya mengundang enam dari tujuh partai pendukung pemerintah dan memiliki kursi di DPR RI.

Jokowi mengaku sengaja tak mengundang NasDem dalam pertemuan dengan para Ketua Umum partai pendukung pemerintah itu.

Menurut Jokowi, partai-partai yang diundang hendak membentuk koalisi di luar koalisi NasDem.

"Kita bicara apa adanya ya, Nasdem kan sudah memiliki koalisi sendiri," ungkap Jokowi kepada wartawan di  Jakarta, Kamis (4/5/2023).

"Partai yang kemarin berkumpul (di Istana) kan juga ingin membangun kerja sama politik yang lain," imbuhnya.

Surya Paloh memaklumi jika saat ini Presiden Jokowi tidak memandang lagi Partai NasDem sebagai parpol koalisi pemerintah.

"Kan sudah jawab bahwa saya tidak diundang sama beliau kan. Hahaha. Saya bisa pahami itu pasti Pak Jokowi menempatkan positioning beliau barangkali sebagai pemimpin koalisi partai pemerintahan," ujar Paloh.

"Beliau (Jokowi) tidak menganggap lagi NasDem ini di dalam koalisi pemerintahan, untuk sementara," imbuh dia.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved